Kawasan Industri Tematik Solusi Tarik Investasi
Jumat, 20 Februari 2026 | 05:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga kajian ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) menekankan pentingnya pengembangan kawasan industri tematik untuk mendorong investasi.
Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menilai pendekatan tematik memungkinkan terbentuknya ekosistem industri yang lebih sesuai dengan kebutuhan sektor tertentu.
Menurut Bhima, investasi di bidang hilirisasi membutuhkan dukungan ekosistem yang spesifik. Kawasan industri tematik berbeda dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang umumnya bersifat multiindustri, sehingga berbagai jenis industri dengan kebutuhan infrastruktur berbeda berada dalam satu kawasan.
“Penetapan kawasan industri tematik cukup krusial karena investasi di bidang hilirisasi butuh ekosistem yang spesifik. Berbeda dengan KEK yang konsepnya multiindustri, di mana berbagai jenis industri dengan kebutuhan infrastruktur berbeda jadi satu,” ucapnya dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, kawasan industri tematik memungkinkan penyediaan infrastruktur yang lebih terintegrasi, mulai dari pasokan energi, sistem pengolahan limbah, hingga jalur logistik yang disesuaikan dengan karakter sektor industri.
"Sebagai contoh, kawasan pengolahan hasil perikanan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan kawasan smelter nikel," paparnya.
Bhima menambahkan, pemerintah perlu memastikan sejumlah faktor kunci sebelum menetapkan lokasi kawasan industri tematik. Salah satunya adalah memastikan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar pengembangan industri tetap berkelanjutan.
Selain itu, kawasan industri tematik juga harus berada dekat dengan sumber bahan baku utama. Untuk hilirisasi perikanan, misalnya, kawasan perlu memiliki akses dekat ke sumber ikan tangkap maupun budi daya, serta didukung fasilitas cold storage yang memadai.
Ketersediaan energi terbarukan juga menjadi perhatian penting. Bhima menilai saat ini sudah banyak investor yang menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG), sehingga membutuhkan pasokan energi bersih di kawasan industri.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kawasan industri di Indonesia berhasil menarik investasi hingga Rp 6.744,5 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2,35 juta orang dalam lima tahun terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




