Siap Jadi Mesin Ekonomi RI, Danantara Pacu Kawasan Industri
Kamis, 29 Januari 2026 | 09:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia berencana mengoptimalkan pengembangan kawasan industri sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus utama diarahkan pada kawasan industri yang berada di bawah Holding BUMN Danareksa.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan langkah tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kawasan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
Saat ini, terdapat tujuh kawasan industri yang dikelola melalui Danareksa Industrial Park dan tersebar di berbagai wilayah strategis Indonesia. Kawasan tersebut, meliputi PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, serta PT Kawasan Industri Terpadu Batang.
“Kawasan industri ini menjadi motor penggerak ekonomi ke depan. Kawasan ekonomi ini akan menjadi salah satu main focus Danantara ke depan,” ujar Dony dalam acara Investor Daily Round Table, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, Danareksa Industrial Park ditargetkan menjadi kawasan industri terbesar di Indonesia dan siap mendukung program hilirisasi serta pengembangan industri nasional.
Optimisme tersebut didasarkan pada hasil pemetaan dan pembelajaran dari sejumlah negara yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi positif berkat pengelolaan kawasan industri yang atraktif dan terintegrasi.
Berdasarkan hasil benchmark tersebut, Danantara melakukan perubahan mendasar pada model bisnis kawasan industri yang selama ini lazim diterapkan di Indonesia. Menurut Dony, bisnis kawasan industri kerap bergantung pada penjualan lahan. Ketika lahan habis terjual, sumber pendapatan pun terhenti.
“Model seperti ini ke depan akan ditinggalkan,” ujarnya.
Sebagai gantinya, Danantara akan menerapkan skema pemanfaatan lahan jangka panjang dengan fokus pada pendapatan berulang atau recurring income. Pendapatan tersebut bersumber dari berbagai layanan dalam kawasan industri, seperti listrik, air, gas, hingga utilitas pendukung lainnya.
Selain itu, pengembangan properti penunjang, termasuk perumahan karyawan dan fasilitas pendukung, juga akan menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri yang terintegrasi.
Menurut Dony, model bisnis baru ini tidak hanya memberikan kepastian pendapatan jangka panjang, tetapi juga meningkatkan daya tarik kawasan bagi investor melalui ketersediaan infrastruktur yang lengkap. “Yang kita harapkan tentu ini menjadi motor bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




