Update Pergerakan Kapal Pertamina di Hormuz, Ini Link Pantau Real-Time
Sabtu, 4 April 2026 | 13:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pergerakan kapal tanker milik Pertamina di kawasan Teluk Persia menuju Selat Hormuz menunjukkan perkembangan positif di tengah tingginya tensi geopolitik global.
Berdasarkan data pelacakan terbaru Marine Traffic per Sabtu(4/4/2026), setidaknya kapal tanker Pertamina telah melintas Teluk Persia dan bergerak aktif di kawasan tersebut.
Salah satu kapal crude oil tanker, Gamsunoro, yang sebelumnya berangkat dari Khor Al Zubair, Irak, kini telah tiba di area Dubai Anchorage, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (4/4/2026). Kapal berbendera Panama tersebut saat ini berstatus at anchor atau berhenti dari sebelumnya berlayar lambat (underway) dengan kecepatan sekitar 0,4 knot dan tujuan lanjutan Dubai for orders.
Sementara itu, kapal tanker Pertamina Pride tercatat berada di titik labuh Ras Tanura, Arab Saudi. Kapal berbendera Singapura tersebut dalam kondisi berhenti (at anchor) dan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Cilacap, Jawa Tengah.
Perkembangan ini memperkuat sinyal bahwa arus pelayaran yang sebelumnya terdampak ketegangan di Selat Hormuz mulai pulih secara bertahap. Aktivitas distribusi energi pun kembali berjalan meski masih dalam pengawasan ketat.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menyebut proses administratif untuk kelancaran pelayaran kapal tanker Pertamina masih berlangsung.
"Ya, ini sedang dalam proses. Informasi yang kami dapatkan adalah proses administrasinya sedang berjalan," kata Andre di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ia juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman meski terjadi gangguan distribusi global.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok BBM di Indonesia sangat aman. Jadi, saya mengimbau agar tidak ada antrean panjang atau pembelian BBM berlebihan di SPBU,” ujarnya.
Terkait isu pembatasan pembelian BBM, Andre menegaskan kebijakan tersebut masih sebatas wacana dan belum diterapkan.
"Sampai hari ini, saya mendengar tidak ada pembatasan di SPBU. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina, dan sampai sekarang belum ada pembatasan. Kebijakan pembatasan ini masih berupa rencana, dan tujuannya untuk efisiensi. Jika dieksekusi, kami akan pastikan hal itu dilakukan dengan tepat," tambahnya.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital distribusi energi global. Namun, pergerakan terbaru kapal tanker Pertamina menjadi indikasi bahwa rantai pasok energi Indonesia tetap terkendali di tengah dinamika geopolitik.
Berikut link untuk memantau pergerakan kapal tanker Pertamina di sekitar Selat Hormuz secara real-time:
- MarineTraffic - Peta live posisi kapal, rute, dan histori pelayaran
- VesselFinder - Data kedatangan dan keberangkatan kapal detail
- Cruising Earth - Fokus pelacakan kawasan Teluk Persia
- PortWatch (IMF) - Pantau gangguan pelayaran dan dampak perdagangan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




