Trauma Operasi Aparat, Warga 3 Kampung di Tambrauw Mengungsi ke Hutan
Sabtu, 4 April 2026 | 10:23 WIB
Sorong, Beritasatu.com – Tiga kampung di Distrik Bamusbama dan Yembun, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, dilaporkan kosong tak berpenghuni. Warga Kampung Salim, Kampung Sumbekas, dan Kampung Banfot meninggalkan rumah dan mengungsi ke hutan serta kampung tetangga akibat trauma pascaoperasi aparat keamanan.
Kondisi ini terjadi setelah penyerangan yang menewaskan satu tenaga kesehatan, satu tenaga honorer, dan satu warga sipil. Situasi tersebut mendorong warga memilih menjauh dari kampung demi rasa aman.
Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Fritz Ramandey bersama jajarannya sudah meninjau langsung kampung tersebut untuk memastikan kondisi terkini.
"Tiga kampung terdampak pascakejadian tersebut tidak ada orang. Kami datangi langsung Kampung Banfot, tidak ada warga yang tinggal, mereka semua mengungsi," ujar Fritz di Kota Sorong, Jumat (3/4/2026).
Fritz menjelaskan ketakutan warga dipicu keberadaan personel keamanan yang masuk hingga area rumah penduduk. Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak aman untuk beraktivitas.

Warga di pengungsian meminta pemerintah dan pimpinan aparat keamanan menarik pos militer dari pemukiman.
"Masyarakat meminta supaya pos yang ada di pemukiman digeser ke luar kampung agar mereka bebas beraktivitas. Penyerahan lima DPO hari ini harus menjadi penegasan bagi aparat bahwa operasi harus disesuaikan dengan eskalasi. Operasi yang masuk ke rumah warga telah menimbulkan trauma yang sangat dalam," tegas Fritz.
Komnas HAM juga menyoroti dugaan tindakan tidak manusiawi aparat keamanan terhadap warga sipil.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P Siagian menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap 10 dari 12 orang yang sempat ditangkap.
"Kami menemukan adanya luka-luka fisik dan trauma psikis yang mendalam pada mereka. Kami ingin memastikan tidak boleh ada tindakan tidak manusiawi. Setiap tindakan aparat harus berlandaskan hukum dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan untuk memutus rantai kekerasan di Tambrauw," kata Saurlin.
Bupati Tambrauw Yeskiel Yesnath menyatakan akan memimpin proses pemulihan keamanan secara sipil. Upaya rekonsiliasi terus dilakukan agar warga dan aparatur sipil negara (ASN) dapat kembali ke kampung.
"Kami sedang mengupayakan rekonsiliasi dengan berbagai pihak. Adalah kewajiban pemerintah daerah untuk melayani dan melindungi masyarakat. Kami ingin situasi kembali kondusif agar pembangunan bisa berjalan," ujar Yeskiel.
Lima orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial GY, YY, EY, KY, dan MY menyerahkan diri kepada aparat keamanan secara kooperatif pada Jumat (3/4/2026) pagi, melalui pendampingan Komnas HAM dan pemerintah daerah.
Langkah tersebut diharapkan menurunkan eskalasi keamanan di Tambrauw. Pemerintah daerah mendorong warga Kampung Salim, Sumbekas, dan Banfot kembali dari pengungsian, serta memastikan barang milik warga yang sempat disita segera dikembalikan.
Warga Kampung Salim dan Sumbekas saat ini mengungsi di Kampung Yembun. Warga Kampung Banfot tersebar di wilayah Kampung Sumbun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




