Banjir Demak Meluas, Lansia Sakit Dievakuasi Dramatis
Sabtu, 4 April 2026 | 10:06 WIB
Demak, Beritasatu.com – Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meluas dan merendam delapan desa di empat kecamatan. Hingga Sabtu (4/4/2026), jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 583 jiwa.
Wilayah tersebut, yakni di Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turitempel, Desa Tlogorejo (Kecamatan Guntur), Desa Lempuyangan (Kecamatan Kebonagung), dan Desa Sarimulyo, Desa Solowire
Genangan air yang belum surut menyebabkan sejumlah wilayah terisolasi. Proses evakuasi pun berlangsung dramatis, terutama bagi warga lanjut usia (lansia) dan kelompok rentan.
Di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, relawan gabungan bersama aparat TNI dan Polri mengevakuasi seorang lansia dalam kondisi sakit dengan cara mengangkat tempat tidurnya untuk menembus banjir.
Sementara itu, di Kampung Selowere, yang terisolasi dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter dan arus cukup deras, tim evakuasi harus menggunakan perahu bermotor untuk menjangkau warga yang masih terjebak.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Reza, mengatakan pada hari pertama pascakejadian, fokus utama adalah mengevakuasi warga di wilayah terisolasi.
“Hari pertama kami prioritaskan evakuasi warga yang terisolasi. Hingga saat ini, tim masih melakukan penyisiran ke permukiman,” ujar Reza.
Ia menjelaskan, akses menuju lokasi terdampak cukup sulit karena jalan utama terendam banjir dengan arus yang deras. Tim bahkan harus menggunakan truk untuk menerobos genangan saat mengangkut warga ke lokasi pengungsian.
Salah seorang warga, Rohman, menyebutkan banjir kali ini merupakan yang terbesar dibandingkan kejadian sebelumnya. Ia bersama keluarganya memilih mengungsi ke rumah kerabat.
“Banjir kali ini lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Ketinggian air di sana sekitar 1 meter. Anak dan istri saya sudah lebih dulu dievakuasi ke rumah saudara,” kata Rohman.
Berdasarkan data terbaru BPBD Demak, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang di enam lokasi yang tersebar di sejumlah wilayah. Dampaknya, delapan desa terdampak dengan kondisi terparah berada di Kecamatan Guntur.
Saat ini, para pengungsi tersebar di sembilan titik posko pengungsian, sementara petugas terus melakukan pendataan dan penanganan darurat di lokasi terdampak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




