BPS: Harga Komoditas Melemah, Ekspor Oktober 2023 Turun 10%
Rabu, 15 November 2023 | 12:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 22,15 miliar pada bulan Oktober 2023. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,73% dibandingkan dengan September 2023, tetapi mengalami penurunan sebesar 10,43% jika dibandingkan dengan Oktober 2022.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengatakan, nilai ekspor Oktober 2023 mengalami penurunan sebesar 10,43% dibanding periode yang sama tahun lalu, melanjutkan tren yang terjadi sejak awal tahun.
“Khususnya karena disebabkan oleh harga-harga komoditas unggulan di pasar global yang lebih rendah dibandingkan kondisi tahun lalu,” kata Pudji, Rabu (15/11/2023).
Dalam sektor ekspor, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi sebesar US$ 0,37 miliar pada Oktober 2023, mengalami kontraksi 8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan kontraksi 21,58% dibandingkan dengan Oktober 2022.
Sektor pertambangan dan lainnya mencapai nilai ekspor sebesar US$ 3,54 miliar, dengan pertumbuhan bulanan sebesar 20,47%, tetapi mengalami kontraksi tahunan sebesar 28,57%.
Sementara itu, sektor industri pengolahan mencapai nilai ekspor sebesar US$ 16,11 miliar, dengan pertumbuhan bulanan sebesar 4,83% tetapi mengalami kontraksi tahunan sebesar 5,03%. Produk ekspor utama dari sektor ini meliputi barang perhiasan dan barang berharga, besi baja, nikel, minyak kelapa sawit, dan batu bara. Produk ini menyumbang 34,03% dari total ekspor nonmigas pada Oktober 2023.
Secara rinci, ekspor migas pada Oktober 2023 mencapai US$ 1,37 miliar, mengalami kontraksi sebesar 2,38% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh ekspor minyak mentah yang turun 11,85% dibandingkan dengan September 2023. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$ 20,78 miliar, mengalami kenaikan sebesar 7,42% dari bulan sebelumnya.
Kenaikan nilai ekspor bulanan didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas, terutama pada barang bahan bakar mineral (HS 27) yang naik 24,61%, logam mulia dan perhiasan (HS 71) yang naik 43,1%, serta alas kaki (HS 64) yang naik 39,55%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




