Cak Imin Sebut Hilirisasi Ugal-ugalan, Pakar: Assessment dari Mana?
Kamis, 25 Januari 2024 | 19:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pakar Ekonomi Senior Indef, Dradjad Wibowo, turut angkat bicara mengenai klaim Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tentang hilirisasi tambang yang ugal-ugalan. Ia merasa heran, dari mana calon wakil presiden nomor urut 1 dapat memberikan penilaian tersebut.
"Kalau dikatakan ugal-ugalan itu assessment-nya dari mana? Penilaiannya dari mana ya? Jadi ugal-ugalannya dari mana?" ujar Dradjad dalam diskusi Katadata Forum bertajuk “Dilema Hilirisasi Tambang: Dibatasi atau Diperluas?“ di di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2024).
Ia menyatakan, data menunjukkan angka kemiskinan di wilayah pengembangan hilirisasi tambang justru menurun. Pertumbuhan ekonominya pun juga membaik seperti di Morowali, Sulawesi Tengah, yang menjadi pusat pengembangan hilirisasi nikel di Indonesia.
Dradjad juga menyatakan, hilirisasi merupakan kebijakan yang perlu dilihat secara jangka panjang karena akan memberikan dampak ekonomi yang besar dalam beberapa tahun mendatang.
"Bicara hilirisasi itu jangan berwawasan jangka sangat pendek, karena nanti kita seperti orang yang enggak bisa melihat lebih panjang. Sejarah hilirisasi Indonesia itu sudah dari tahun 70-an dan kita bisa belajar dari situ. Manfaat ekonominya itu terlihat cukup besar," ucapnya.
Soal hilirisasi tambang seperti nikel, Dradjad yang juga merupakan anggota Dewan Pakar Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ini menilai jika adanya kelemahan merupakan hal wajar. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan perbaikan dalam proses hilirisasi.
BACA JUGA
Hilirisasi Disebut Cak Imin Ugal-ugalan, Luhut: Datang Langsung daripada Berbohong ke Publik
Ia menambahkan, Prabowo-Gibran memiliki komitmen kuat untuk mendorong serta menyempurnakan hilirisasi melalui program-program yang telah dipetakan.
"Salah satu yang diperbaiki dalam hilirisasi nikel itu adalah kita perlu standar kelestarian yang diterapkan secara konsisten. Jadi lestari sosial, lestari, ekologi dan lestari produksi. Itu harus kita terapkan secara konsisten, supaya nanti ye nikel ini itu betul-betul akan bisa lebih panjang," tuturnya.
Lebih lanjut, Dradjad mengatakan bahwa Prabowo-Gibran memiliki supervisi untuk hilirisasi nikel yang termasuk sumber daya alam tidak terbarukan. Ia menyebut, strategi hilirisasi tambang oleh Prabowo-Gibran adalah dengan hemat pemakaian, dan mencari nilai tambah sebesar mungkin.
Kemudian, surplus nilai tambah tersebut bakal diinvestasikan ke sektor-sektor seperti pendidikan, kesehatan, serta inovasi dan teknologi. "Tujuannya apa? Nanti ketika entah 20, 30, atau 40 tahun lagi nikelnya habis, itu kita sudah mempunyai teknologi sehingga kota-kota tambang di Indonesia tidak menjadi kota-kota mati 30-40 tahun," jelas Dradjad.
Sebelumnya, Cak Imin mengkritik program hilirisasi di sektor tambang yang dinilai dilakukan secara ugal-ugalan. Pernyataan itu disampaikan dalam debat keempat cawapres akhir pekan lalu.
Cak Imin mulanya menyoroti adanya tambang ilegal di 2.500 lokasi. Ia kemudian menyebut, tambang legal saja bahkan belum membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
"Kita menyaksikan dalam proses penambangan dan bisnis tambang kita hilirisasi dilakukan ugal-ugalan. Merusak lingkungan, ada kecelakaan, tenaga asing mendominasi," imbuh kata Cak Imin, Minggu (21/1/2024).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Presiden Prabowo: Hilirisasi Harus Berbasis Teknologi Terbaik, Utamakan Manfaat untuk Rakyat
EKONOMIBERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




