Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara Soal Dana Ekspor
Rabu, 13 Mei 2026 | 21:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti para eksportir komoditas sumber daya alam, seperti kelapa sawit dan batu bara, yang dinilai tidak menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Padahal, dana tersebut dinilai penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, pemerintah mewajibkan penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025.
Prabowo mengatakan selama ini banyak hasil ekspor kekayaan alam Indonesia justru tidak kembali ke Tanah Air sehingga manfaat ekonominya tidak optimal bagi negara.
“Tiap hari, tiap minggu, tiap bulan, kelapa sawit kita diekspor, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia. Batu bara kita dijual, diekspor, hasil ekspornya tidak ditaruh di Indonesia,” kata Prabowo dalam pidato penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada komoditas lain seperti timah dan emas. Seluruh hasil kekayaan alam Indonesia diekspor, tetapi devisanya tidak kembali untuk memperkuat perekonomian nasional.
Karena itu, pemerintah mengambil langkah melalui kebijakan wajib simpan DHE SDA serta mendorong program hilirisasi industri agar sumber daya alam memberikan nilai tambah lebih besar di dalam negeri.
“Berat bagi kita melaksanakan dengan berani dan dengan optimistis, dan dengan kemajuan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintahannya akan terus menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dengan mengambil langkah tegas terhadap berbagai bentuk penyimpangan dan kecurangan.
Ia juga optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan ekonomi yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang apabila pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara benar.
“Kita akan buktikan ke rakyat sampai tahun depan, saya kira dunia akan kaget bangkitnya bangsa Indonesia,” tegas Prabowo.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar Indonesia tidak bersikap berlebihan atau sombong atas berbagai capaian tersebut.
“Kita jangan euforia, kita tidak boleh sombong. Ilmu nenek moyang kita, kita semakin berisi semakin menunduk,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




