Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia
Kamis, 14 Mei 2026 | 19:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan posisi strategis Indonesia dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove dunia. Indonesia diketahui memiliki sekitar 23% dari total luas mangrove global, menjadikannya negara dengan kawasan mangrove terbesar di dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli Antoni dalam rangkaian Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, beberapa waktu lalu.
“Dengan kepemilikan sekitar 23% dari total luas mangrove global, yang terbesar di dunia, Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati,” ujar Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Melalui inisiatif World Mangrove Center, Indonesia mengajak komunitas internasional memperkuat kemitraan global, memperluas riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata perlindungan dan restorasi mangrove secara berkelanjutan.
Raja Juli Antoni menjelaskan sekitar 80% ekosistem mangrove Indonesia berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan. Terkait hal itu, Indonesia berkomitmen memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove untuk mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan wilayah pesisir, dan menjaga keanekaragaman hayati.
“Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global. Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengatakan World Mangrove Center dibangun Indonesia sebagai pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, hingga pendanaan internasional terkait mangrove.
Menurut Dyah, program tersebut juga mencakup pengembangan pusat penelitian dan restorasi mangrove melalui berbagai field observatory station di sejumlah wilayah Indonesia. “Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia,” tegas Dyah.
Kehadiran Menteri Kehutanan di Markas Besar PBB menegaskan komitmen Indonesia tidak hanya dalam menjaga kekayaan alam nasional, tetapi juga aktif membangun kemitraan global untuk mendorong solusi berbasis alam yang berkelanjutan.
Dalam sidang tersebut, Raja Juli Antoni turut didampingi Wakil Tetap Indonesia untuk PBB New York serta jajaran pejabat Kementerian Kehutanan, termasuk Dyah Murtiningsih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




