Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Pandeglang
Kamis, 14 Mei 2026 | 19:32 WIB
Pandeglang, Beritasatu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan es disertai angin kencang melanda wilayah Pandeglang pada Kamis (14/5/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik dan sempat mengganggu aktivitas warga.
Salah satu pohon tumbang terjadi di kawasan Alun-alun Pandeglang sekitar pukul 15.00 WIB. Pohon berukuran besar roboh dan menimpa dua sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, warga yang berada di lokasi sempat panik ketika hujan deras tiba-tiba disertai butiran es dan angin kencang.
Salah satu warga, Adit, mengatakan kondisi cuaca berubah drastis hanya dalam hitungan menit. Warga yang berada di area alun-alun langsung berlarian mencari tempat aman.
"Awalnya hujan biasa, tiba-tiba angin kencang dan hujan es. Orang-orang langsung lari menepi cari perlindungan," kata Adit.
Ttidak lama setelah kawasan alun-alun mulai sepi, pohon besar di sekitar lokasi roboh dan menimpa kendaraan yang terparkir.
"Untungnya sudah enggak ada orang di dekat pohon. Kalau masih ramai mungkin bisa lebih bahaya," ujarnya.
Selain di kawasan Alun-alun Pandeglang, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang tepatnya di Kampung Tenjolaya, Kelurahan Kabayan. Pohon yang melintang di badan jalan menyebabkan arus lalu lintas menuju lampu merah Kadubanen mengalami kemacetan panjang.
Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati, menjelaskan, berdasarkan analisis sementara BMKG Banten, fenomena cuaca ekstrem dipicu aktifnya gelombang madden-julian oscillation (MJO) fase 3 di wilayah Pulau Jawa yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Banten.
"Kelembapan udara di wilayah Provinsi Banten pada lapisan 850-700 mb berkisar antara 80%-90%. Hal ini mengindikasikan massa udara basah dari lapisan bawah hingga lapisan menengah. Labilitas udara kategori sedang hingga kuat yang mendukung potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal," jelasnya.
BPBD-PK Pandeglang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam tiga hari ke depan, seperti banjir, tanah longsor, genangan, hingga cuaca ekstrem disertai petir dan angin kencang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




