Ekonom Sebut Banyak Guru Terjebak Pinjol karena Gaji Kecil
Rabu, 8 Mei 2024 | 15:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Angka guru yang terjerat kredit macet pinjaman online (pinjol) cukup fantastis, yakni mencapai 42%. Hal ini lantaran guru merupakan salah satu dalam kelompok unbaked atau underbanked society. Kebutuhan guru cukup banyak, tetapi gaji diterima sangat rendah, terutama guru honorer.
Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda menjelaskan karena gaji kecil, akhirnya para guru meminjam uang ke keluarga, rentenir, hingga pinjol. Namun, ia menyebut berutang ke mana pun tidak masalah, asalkan bisa membayar.
"Namun, apabila melihat gaji guru, khususnya honorer yang kecil, maka akan sulit. Jadi, ini bukan salah pinjol, melainkan anggaran pemerintah untuk guru honorer ini yang minim," paparnya pada Rabu (8/5/2024).
Kemudian, Huda menilai, para guru kini terbiasa dengan gadget sebagai imbas pandemi Covid-19. Dahulu, mereka tidak familier dengan teknologi serupa, tetapi sekarang tidak demikian.
Intensitas memakai gadget yang tinggi, kata Huda, membuat informasi pinjol masuk ke guru. Mengingat literasi digital yang buruk, akhirnya guru tidak mampu memilah dan memilih informasi.
“Saya kira salah satu solusi mengatasi masalah pinjol di kalangan guru adalah menaikkan pendapatan, termasuk guru honorer,” ungkap dia.
Sebelumnya diketahui berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebesar 42% kredit macet pinjol berasal dari guru, sedangkan pelajar 3%, terbesar dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.
Selain itu, fakta mencemaskan lainnya, generasi muda Indonesia berusia 19-34 tahun ternyata terjerat kredit tidak lancar dan macet alias gagak bayar pinjol.
Dana pinjaman itu diduga tidak digunakan untuk kegiatan produktif, melainkan kepentingan konsumsi, bahkan judi online.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




