Surplus Neraca Perdagangan April 2024 Capai US$ 3,56 Miliar
Rabu, 15 Mei 2024 | 12:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Neraca perdagangan Indonesia pada April 2024 kembali mengalami surplus sebesar US$ 3,56 miliar. Nilai surplus ini menyusut US$ 1,02 miliar dibandingkan Maret 2024, dan menurun US$ 380 juta dibandingkan April 2023.
Pada periode ini, nilai ekspor mencapai US$ 19,62 miliar. Sedangkan nilai impor sebesar US$ 16,06 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan, meskipun nilainya mengalami penurunan, surplus neraca perdagangan telah terjadi selama 48 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
"Surplus April 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu," kata Pudji Ismartini, Rabu (15/5/2024).
Tiga negara penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia adalah India sebesar US$ 1,46 miliar, Amerika Serikat sebesar US$ 1,09 miliar, dan Filipina sebesar US$ 699,1 juta.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dengan Australia sebesar US$ 438,5 juta, Brasil US$ 388,3 juta, dan Jerman US$ 155,1 juta.
BACA JUGA
Impor April 2024 Turun 10,60 Persen
“Defisit terdalam dengan Australia ini didorong oleh komoditas bahan bakar mineral, bijih logam terak dan abu, dan serealia,” terang Pudji.
Selama periode Januari-April 2024, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 10,97 miliar, turun US$ 5,08 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




