ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pebisnis F&B Merasa Diuntungkan dengan Kebijakan Libur Panjang

Kamis, 23 Mei 2024 | 09:44 WIB
JG
AD
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: AD
Co-Founder & CEO Fore Coffee, Vico Lomar
Co-Founder & CEO Fore Coffee, Vico Lomar (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)

Jakarta, Beritasatu.com - Kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang penetapan tanggal merah dikhawatirkan akan menurunkan produktivitas kerja industri sektor infrastruktur dan manufaktur. Namun, bagi para pebisnis food and beverage, kebijakan itu disebut menguntungkan.

Co-Founder & CEO Fore Coffee, Vico Lomar menyebut usaha food and beverages atau yang bergerak di bidang makanan dan minuman justru mengalami keuntungan dengan adanya libur panjang.

“Kalau semakin banyak libur semakin bagus, secara sales (penjualan) semakin bagus,” ucap Vico di Bengkel Space, Senayan, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/5/2024).

ADVERTISEMENT

Vico mengungkapkan bahwa kebijakan libur panjang justru meningkatkan perputaran ekonomi usaha makanan dan minuman. Namun, usaha miliknya tetap menetapkan harga sesuai dengan aturan pemerintah.

“Secara cost (biaya) pastinya kita tetap mengikuti aturan pemerintah,” imbuhnya.

Dia juga berharap melalui acara peluncuran tiga menu kopi baru bertajuk The New Coffee Culture dapat meningkatkan jumlah pelanggan.

“Saya percaya setelah acara ini pastinya orang-orang juga akan mencoba, karena nantinya produk ini akan ada di seluruh Fore,” tutupnya.

Kini, tingkat produktivitas kerja di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.

Kebijakan SKB oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menetapkan tanggal merah mencapai 27 hari, sedangkan di Vietnam hanya 17 hari.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon