ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Saham Migas Moncer meski Konflik Geopolitik Memanas

Jumat, 2 Agustus 2024 | 08:41 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi (3 dari kiri) saat kunjungan kerja di Medco E&P Grissik Ltd, Musi Banyuasin, 31 Desember 2022.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi (3 dari kiri) saat kunjungan kerja di Medco E&P Grissik Ltd, Musi Banyuasin, 31 Desember 2022. (Dok. SKK Migas)

Jakarta, Beritasatu.com - Seiring dengan semakin memanasnya konflik geopolitik, konsensus analis memprediksi saham-saham sektor minyak dan gas (migas) Indonesia, seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), akan memberikan keuntungan berlipat ganda bagi para investor.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus menjelaskan, meskipun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan selain sentimen, seperti supply and demand di pasar, bisnis dasar minyak biasanya akan berkorelasi positif terhadap saham-saham tersebut.

"Namun, kami melihat pergerakan harga minyak belum sepenuhnya stabil, terutama pada Agustus ini. Ada kemungkinan pemangkasan produksi tidak akan diperpanjang, yang akan membuat supply bertambah banyak dan berpotensi menurunkan harga minyak hingga tahun depan jika permintaan tidak bertambah untuk mengimbangi supply," jelasnya, Kamis (1/8/2024).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, prospek harga minyak di masa depan perlu diperhatikan karena akan memberikan pengaruh terhadap saham-saham berbasis minyak. Untuk jangka panjang, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan MEDC dengan target harga 1.900, sementara untuk jangka pendek, ENRG dengan target harga 230 dan PGAS dengan target harga 1.630.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan, kenaikan harga minyak dalam jangka pendek dan tingkat volatilitas harga minyak tidak langsung berdampak signifikan pada kinerja perusahaan. 

"Perusahaan biasanya sudah menetapkan harga fixed dalam periode tertentu, sehingga ketika harga minyak naik signifikan, perusahaan bisa saja kehilangan peluang atas kenaikan harga tersebut. Namun, secara sentimen, kenaikan harga minyak tetap akan memengaruhi pelaku pasar," ungkap Sukarno.

Penguatan pada saham-saham, seperti ENRG dan MEDC terutama didorong oleh hasil kinerja yang positif pada paruh pertama 2024, baik secara top line maupun bottom line.

"Berapa lama penguatan ini berlangsung akan tergantung pada faktor-faktor yang memengaruhi selanjutnya, baik dari sentimen luar atau dari fundamental dan teknikal. Secara teknikal, biasanya akan ada koreksi setelah penguatan signifikan karena adanya aksi profit taking," tambah Sukarno.

Kiwoom Sekuritas merekomendasikan untuk menahan saham PGAS dengan target harga 1.800, serta membeli saham MEDC untuk trading dengan target harga 1.405 dan ENRG dengan target harga 250.

Untuk diketahui, baru-baru ini ENRG melaporkan pencapaian positif untuk periode Januari-Juni 2024. Dalam laporanya, perseroan mengantongi untung US$ 33,53 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya dengan perseroan membukukan untung US$ 26,57 juta. Peningkatan laba dapat diraih berkat penjualan yang terkerek 5% menjadi US$ 201,89 juta dari sebelumnya US$ 191,47 juta.

Menurut Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra S Bakrie menuturkan, peningkatan kinerja tersebut didukung oleh kenaikan produksi minyak dari aset Siak dan Kampar (Riau, Sumatera), yang memberikan kontribusi sebesar 2.300 barel minyak per hari, terlepas dari fluktuasi harga minyak dunia.

Ia menyampaikan, saat ini EMP mengoperasikan 13 aset minyak dan gas yang ada di Indonesia dan Mozambique dengan jumlah cadangan gross terbukti dan terukur yang cukup signifikan, yaitu sebesar 46,7 juta barel minyak dan 1.051 miliar kaki kubik gas.

"Ke depannya, EMP akan melanjutkan usahanya untuk meningkatkan produksi migasnya dari aset-aset yang sudah dioperasikan, dan juga untuk segera mengkomersialisasikan sumber dayanya melalui percepatan aktivitas eksplorasi dan pengembangan," jelasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon