DAVO Anggarkan US$ 7 Juta untuk Pabrik Kakao di Tangerang
Minggu, 29 Januari 2012 | 12:11 WIB
Davo mengalokasikan US$ 7 juta untuk pemeliharaan dan perluasan pabrik kakao di Tangerang.
Perusahaan produsen bubuk coklat PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebanyak US$7 juta di 2012.
Rencananya capex tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan pabrik kakao di Benteng Tangerang.??"Sumber dana untuk capex ini kami ambil dari kas internal," kata Sekretaris Perusahaan Davomas Abadi, Hasiem Willy, di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Hasiem mengatakan, posisi kas perusahaan saat ini cukup besar untuk membiayai capex karena mencapai US$30 juta.?? Kapasitas produksi pabrik kakao di Tangerang sendiri sekitar 140.000 ton, namun utilisiasinya baru mencapai 40 persen atau sekitar sekitar 56.000 ton. "Padahal idealnya mencapai 60 persen agar level profit," ujarnya.
??Masih minimnya utilisasi ini secara tidak langsung juga karena adanya dampak rendahnya permintaan dari Eropa dan Amerika akibat krisis.??Hasiem mengatakan, pihaknya hanya berani memasang target penjualan tahun ini masih sama dengan perkiraan hingga akhir tahun 2011 lalu yang sebesar Rp1,3 triliun.
"Terus terang, tahun ini dan tahun lalu mengalami penurunan. Estimasi penjualan 2011 sebesar Rp1,3 triliun sedangkan pada 2010 sebesar Rp1,61 triliun," tuturnya.
Perusahaan produsen bubuk coklat PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebanyak US$7 juta di 2012.
Rencananya capex tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan pabrik kakao di Benteng Tangerang.??"Sumber dana untuk capex ini kami ambil dari kas internal," kata Sekretaris Perusahaan Davomas Abadi, Hasiem Willy, di Jakarta, akhir pekan kemarin.
Hasiem mengatakan, posisi kas perusahaan saat ini cukup besar untuk membiayai capex karena mencapai US$30 juta.?? Kapasitas produksi pabrik kakao di Tangerang sendiri sekitar 140.000 ton, namun utilisiasinya baru mencapai 40 persen atau sekitar sekitar 56.000 ton. "Padahal idealnya mencapai 60 persen agar level profit," ujarnya.
??Masih minimnya utilisasi ini secara tidak langsung juga karena adanya dampak rendahnya permintaan dari Eropa dan Amerika akibat krisis.??Hasiem mengatakan, pihaknya hanya berani memasang target penjualan tahun ini masih sama dengan perkiraan hingga akhir tahun 2011 lalu yang sebesar Rp1,3 triliun.
"Terus terang, tahun ini dan tahun lalu mengalami penurunan. Estimasi penjualan 2011 sebesar Rp1,3 triliun sedangkan pada 2010 sebesar Rp1,61 triliun," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




