Ini Gambaran Lima Isu Ekonomi Global
Senin, 29 Juni 2015 | 20:08 WIB
Jakarta - Senior Economist Standard Chartered, Eric Sugandi, mengatakan, ada sejumlah isu utama yang menjadi perhatian di level global. Hal itu, kata dia, juga terkait dengan kondisi perekonomian yang ada di Indonesia.
"Isu pertama adalah masalah The 'Super Dollar' Problem atau masalah perang mata uang antar negara-negara," kata Eric dalam acara buka puasa bersama Standard Chartered di di Jakarta, Senin (29/6).
Isu Kedua, lanjut dia, adalah Growth Divergence atau pertumbuhan ekonomi dunia yang akan meningkat. Namun, akan ada beberapa negara yang berkembang secara pesat dan bahkan melambat.
"Contoh untuk negara Amerika Serikat akan mengalami kelambatan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan untuk negara-negara di Uni Eropa akan membaik, tetapi tidak tinggi perkembangannya. Negara Jepang bisa meningkat lebih pesat, dan Tiongkok akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang melambat," kata dia.
Untuk Indonesia sendiri, lanjut Eric, pertumbuhan ekonomi diperkirakan bakal melambat hingga 4,9 persen. "Walau begitu, secara umum perekonomian di dunia akan membaik," terang Eric.
Isu ketiga, lanjut dia, adalah soal Policy divergence. Isu keempat, kata Eric, soal lemahnya harga komoditas. "Hal ini dipengaruhi oleh Tiongkok yang sedang melemah ekonominya," kata dia.
Isu terakhir, kata Eric, yaitu masalah Geopolitical risks atau masalah yang sedang menjadi perhatian di dunia seperti ISIS, ebola dan sebagainya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




