Proyek KA Batam Rp 2,4 T Ditawarkan ke Swasta
Selasa, 31 Januari 2012 | 13:28 WIB
Ini adalah proyek KA pertama di Batam.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan pengembangan proyek kereta api (KA) di Pulau Batam senilai Rp 2,4 triliun kepada investor swasta meski saat ini proyek itu masih menjadi bagian dari proyek pemerintah.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan mengungkapkan, dengan adanya UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, peran swasta untuk mengembangkan perkeretaapian tak sebatas menjadi operator, tapi juga mengembangkan jalur KA atau rel.
"Ini adalah proyek KA pertama di Batam. Kami memang ingin kembangkan atas permintaan Batam, tapi kalau memang ada swasta yang berminat silahkan, dana yang seharusnya untuk itu bisa untuk proyek KA lain," ungkap dia di Jakarta, hari ini.
Sesuai rencana induk perkeretapian nasional, Batam akan dikembangkan tiga jalur KA di Batam, yakni Batu Ampar-Batu Aji sepanjang 27,55 kilometer (km), Sekupang-Batam Center 16,48 km, dan Batam Center-Nongsa 16,36 km.
Untuk saat ini, dua jalur KA yang siap dikembangkan adalah Bandara Hang Nadim-Batu Ampar 19,6 km dan Batam Center-Tanjung Uncang 17,7 km. Total biaya dua jalur KA itu Rp 2,4 triliun.
"Itu dikembangkan lebih dulu karena sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami harus menciptakan konektivitas antarpusat-pusat pertumbuhan, termasuk konektivitas menuju bandara dan pelabuhan," jelas dia.
Ditjen Perkeretaapian Kemenhub telah meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada 27 Januari 2012.
Setelah MoU, kedua pihak akan menyiapkan program bersama untuk merealisasikan proyek itu, termasuk jika proyek digarap investor swasta.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan pengembangan proyek kereta api (KA) di Pulau Batam senilai Rp 2,4 triliun kepada investor swasta meski saat ini proyek itu masih menjadi bagian dari proyek pemerintah.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan mengungkapkan, dengan adanya UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, peran swasta untuk mengembangkan perkeretaapian tak sebatas menjadi operator, tapi juga mengembangkan jalur KA atau rel.
"Ini adalah proyek KA pertama di Batam. Kami memang ingin kembangkan atas permintaan Batam, tapi kalau memang ada swasta yang berminat silahkan, dana yang seharusnya untuk itu bisa untuk proyek KA lain," ungkap dia di Jakarta, hari ini.
Sesuai rencana induk perkeretapian nasional, Batam akan dikembangkan tiga jalur KA di Batam, yakni Batu Ampar-Batu Aji sepanjang 27,55 kilometer (km), Sekupang-Batam Center 16,48 km, dan Batam Center-Nongsa 16,36 km.
Untuk saat ini, dua jalur KA yang siap dikembangkan adalah Bandara Hang Nadim-Batu Ampar 19,6 km dan Batam Center-Tanjung Uncang 17,7 km. Total biaya dua jalur KA itu Rp 2,4 triliun.
"Itu dikembangkan lebih dulu karena sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) kami harus menciptakan konektivitas antarpusat-pusat pertumbuhan, termasuk konektivitas menuju bandara dan pelabuhan," jelas dia.
Ditjen Perkeretaapian Kemenhub telah meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada 27 Januari 2012.
Setelah MoU, kedua pihak akan menyiapkan program bersama untuk merealisasikan proyek itu, termasuk jika proyek digarap investor swasta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




