ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Padat Karya Indonesia Jadi Prioritas untuk Tembus Pasar Eropa

Minggu, 8 Juni 2025 | 06:44 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security, Maroš Šef?ovi? (kanan) di Berlaymont Building, Brussels, Belgia, Jumat 6 Juni 2025).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security, Maroš Šef?ovi? (kanan) di Berlaymont Building, Brussels, Belgia, Jumat 6 Juni 2025). (Kemenko Perekonomian/Ist)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia memastikan industri padat karya, seperti alas kaki, tekstil, garment, produk tekstil menjadi prioritas utama dalam pembukaan akses pasar ke Eropa lewat perjanjian dagang Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan hal itu dalam konferensi pers terkait perkembangan terbaru negosiasi Indonesia-EU CEPA.

“Industri padat karya itu merupakan satu prioritas bagi Indonesia, jadi industri seperti alas kaki, tekstil, garment, dan produk tekstil menjadi perhatian yang kita minta buka akses pasar sebesar-besarnya,” ujar Airlangga, Sabtu (7/6/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam perundingan yang disebut telah mencapai tahap akhir, kedua pihak menyepakati berbagai isu strategis, termasuk penghapusan tarif dan hambatan non-tarif untuk 80% produk ekspor Indonesia. Produk Indonesia, seperti minyak sawit, produk perikanan, dan hasil hutan juga akan memperoleh perlakuan khusus.

Airlangga menegaskan bahwa perjanjian ini memiliki dampak strategis, antara lain meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa dan menarik lebih banyak investasi dari Uni Eropa.

“Keuntungan strategis tentu bagi Indonesia adalah terbukanya pasaran Eropa yang selama ini dikenakan tarif dan biaya masuk relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga kita, antara lain Vietnam,” kata dia.

Ia juga menyebutkan bahwa proyeksi peningkatan ekspor Indonesia dapat naik lebih dari 50% dalam 3-4 tahun ke depan setelah implementasi IEU-CEPA.

Terkait dengan tantangan dalam negosiasi selama sembilan tahun terakhir, Airlangga mengakui bahwa materi perjanjian yang kompleks dan kebutuhan menyepakati isi dokumen dengan 27 negara anggota Uni Eropa bukan hal yang mudah.

“Ini memakan waktu panjang karena tentunya materinya kompleks dan komprehensif, dan kemudian untuk mencari titik temu dengan 27 negara di Eropa ini bukan sesuatu hal yang sederhana. Namun Alhamdulillah sekarang kita sudah masuk dalam putaran akhir,” katanya.

Lebih jauh, pemerintah juga mendorong pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan peluang dari perjanjian ini, baik melalui produk berbasis standar maupun berbasis kreativitas.

“UMKM Indonesia pun sudah terbiasa dengan standar Standar Nasional Indonesia (SNI), tentu standar ini adalah comparable dengan standar yang ada di Eropa,” tambah Airlangga.

Perundingan Indonesia-EU CEPA saat ini tengah memasuki tahap finalisasi hukum (legal scrubbing) sebelum diratifikasi oleh kedua belah pihak. Setelah berlaku, diharapkan perjanjian ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, meningkatkan ekspor, membuka lapangan kerja, serta memperluas pasar bagi produk nasional di kawasan Eropa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RI Wajib Perkuat Diplomasi Global Hadapi Dampak EUDR

RI Wajib Perkuat Diplomasi Global Hadapi Dampak EUDR

EKONOMI
IEU CEPA Diterjemahkan ke 24 Bahasa, Menuju Pembahasan Parlemen Eropa

IEU CEPA Diterjemahkan ke 24 Bahasa, Menuju Pembahasan Parlemen Eropa

EKONOMI
IEU-CEPA Diharap Jadi Solusi Redam Sengketa Dagang RI-Uni Eropa

IEU-CEPA Diharap Jadi Solusi Redam Sengketa Dagang RI-Uni Eropa

EKONOMI
Airlangga: IEU-CEPA Terobosan Besar, Perdagangan RI Diproyeksi Naik

Airlangga: IEU-CEPA Terobosan Besar, Perdagangan RI Diproyeksi Naik

EKONOMI
Mendag: CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa Perkuat Ekspor Indonesia

Mendag: CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa Perkuat Ekspor Indonesia

EKONOMI
IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon