IEU-CEPA Diharap Jadi Solusi Redam Sengketa Dagang RI-Uni Eropa
Senin, 13 Oktober 2025 | 19:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas Febrian Ruddyard berharap Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) mampu mencegah munculnya kembali perselisihan dagang antara kedua pihak.
Dalam forum “Debriefing Kepala Perwakilan RI” yang digelar Kementerian Luar Negeri, Febrian mengungkapkan bahwa sejumlah sengketa dagang Indonesia dan Uni Eropa, seperti terkait komoditas nikel dan minyak sawit, saat ini masih bergulir di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Dari seluruh sengketa yang dibahas di WTO, kita melihat bahwa lawan kita hampir selalu sama, yakni Eropa. Karena itu, penandatanganan IEU-CEPA diharapkan bisa menjadi langkah penyelesaian bagi beberapa isu yang kini masih dibicarakan di WTO,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (13/10/2025).
Febrian, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil tetap RI di Jenewa, menjelaskan bahwa proses penyelesaian sengketa di WTO kini tidak berjalan optimal karena belum ada kesepakatan mengenai pembentukan badan banding. Kondisi tersebut menyebabkan penanganan kasus menjadi tertunda.
“Kalau pun hari ini badan penyelesaian sengketa berhasil disepakati, kasus Indonesia akan menunggu antrean ke-26, dan setiap kasus minimal memerlukan waktu enam bulan,” jelasnya.
Selain isu perdagangan nikel dan sawit, Febrian juga menyoroti sejumlah topik strategis lain yang dibahas Indonesia di WTO, seperti subsidi perikanan, subsidi pertanian, dan perdagangan digital.
Ia menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Tetap RI (PTRI) di Jenewa serta New York untuk menghadapi dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.
Febrian juga mengingatkan agar para diplomat Indonesia memperkuat kemampuan riset dan negosiasi dalam forum internasional, agar posisi Indonesia semakin kuat di tengah ketegangan ekonomi global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




