ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IEU-CEPA Diharap Jadi Solusi Redam Sengketa Dagang RI-Uni Eropa

Senin, 13 Oktober 2025 | 19:50 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Bendera Indonesia dan Uni Eropa berkibar di depan kantor UE di Brussels, Belgia, saat kunjungan Presiden Prabowo, Minggu 13 Juli 2025.
Bendera Indonesia dan Uni Eropa berkibar di depan kantor UE di Brussels, Belgia, saat kunjungan Presiden Prabowo, Minggu 13 Juli 2025. (Facebook/Prabowo Subianto)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas Febrian Ruddyard berharap Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) mampu mencegah munculnya kembali perselisihan dagang antara kedua pihak.

Dalam forum “Debriefing Kepala Perwakilan RI” yang digelar Kementerian Luar Negeri, Febrian mengungkapkan bahwa sejumlah sengketa dagang Indonesia dan Uni Eropa, seperti terkait komoditas nikel dan minyak sawit, saat ini masih bergulir di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Dari seluruh sengketa yang dibahas di WTO, kita melihat bahwa lawan kita hampir selalu sama, yakni Eropa. Karena itu, penandatanganan IEU-CEPA diharapkan bisa menjadi langkah penyelesaian bagi beberapa isu yang kini masih dibicarakan di WTO,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (13/10/2025).

ADVERTISEMENT

Febrian, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil tetap RI di Jenewa, menjelaskan bahwa proses penyelesaian sengketa di WTO kini tidak berjalan optimal karena belum ada kesepakatan mengenai pembentukan badan banding. Kondisi tersebut menyebabkan penanganan kasus menjadi tertunda.

“Kalau pun hari ini badan penyelesaian sengketa berhasil disepakati, kasus Indonesia akan menunggu antrean ke-26, dan setiap kasus minimal memerlukan waktu enam bulan,” jelasnya.

Selain isu perdagangan nikel dan sawit, Febrian juga menyoroti sejumlah topik strategis lain yang dibahas Indonesia di WTO, seperti subsidi perikanan, subsidi pertanian, dan perdagangan digital.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan koordinasi antara Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan Tetap RI (PTRI) di Jenewa serta New York untuk menghadapi dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.

Febrian juga mengingatkan agar para diplomat Indonesia memperkuat kemampuan riset dan negosiasi dalam forum internasional, agar posisi Indonesia semakin kuat di tengah ketegangan ekonomi global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RI Wajib Perkuat Diplomasi Global Hadapi Dampak EUDR

RI Wajib Perkuat Diplomasi Global Hadapi Dampak EUDR

EKONOMI
IEU CEPA Diterjemahkan ke 24 Bahasa, Menuju Pembahasan Parlemen Eropa

IEU CEPA Diterjemahkan ke 24 Bahasa, Menuju Pembahasan Parlemen Eropa

EKONOMI
Airlangga: IEU-CEPA Terobosan Besar, Perdagangan RI Diproyeksi Naik

Airlangga: IEU-CEPA Terobosan Besar, Perdagangan RI Diproyeksi Naik

EKONOMI
Mendag: CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa Perkuat Ekspor Indonesia

Mendag: CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa Perkuat Ekspor Indonesia

EKONOMI
IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

EKONOMI
Airlangga: Perjanjian IEU-CEPA Siap Ditandatangani 23 September

Airlangga: Perjanjian IEU-CEPA Siap Ditandatangani 23 September

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon