ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri ESDM: Pembangunan Pembangkit EBT Bisa Dorong Industri Lokal

Kamis, 26 Juni 2025 | 14:28 WIB
A
H
Penulis: Antara | Editor: HE
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia seusai peresmian pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi yang digelar di PLTP Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis, 26 Juni 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia seusai peresmian pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi yang digelar di PLTP Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis, 26 Juni 2025. (Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Bondowoso, Beritasatu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) mampu mendorong pertumbuhan industri lokal, sekaligus membuka lapangan kerja.

Salah satu contohnya adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit 1 di Bondowoso, Jawa Timur, yang diresmikan pada Kamis (26/6/2025).

“Manfaat dari pembangunan PLTP EBT adalah mendorong pertumbuhan industri lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 40%. Setelah dihitung, kontribusi PLTP dan bonus produksi panas bumi mencapai Rp 426,5 miliar per tahun,” ujar Bahlil.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pengoperasian PLTP Blawan Ijen Unit 1 juga menyerap tenaga kerja sebanyak 1.404 orang. PLTP tersebut kini telah mencapai status COD (commercial operation date) dan mulai beroperasi secara komersial.

Pada kesempatan yang sama, turut diresmikan proyek-proyek energi lainnya, seperti pengoperasian PLTP yang telah mencapai COD, groundbreaking pembangunan PLTP baru, penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta peningkatan produksi minyak sebesar 30.000 barel per hari di Blok Cepu.

“Kita juga meresmikan PLTS untuk desa-desa yang belum mendapat akses listrik. Sesuai arahan bapak presiden, desa-desa ini akan menggunakan PLTS dan sekarang sudah mulai dibangun. Targetnya, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan seluruh desa bisa menikmati manfaat listrik,” jelas Bahlil.

Ia menambahkan, seluruh langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transisi energi nasional, ketahanan dan kemandirian energi, serta pengembangan SDM di sektor EBT. Langkah ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon