ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cegah Konflik TKA-TKI, IMIP Wajibkan Pelatihan Bahasa dan Budaya

Selasa, 22 Juli 2025 | 07:38 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) punya cara tersendiri untuk mencegah konflik antarpekerja TKA-TKI. Strateginya bukan sekadar pengawasan ketat, melainkan lewat program pelatihan bahasa dan pertukaran budaya (cross culture sharing) yang dirancang secara sistematis.
Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) punya cara tersendiri untuk mencegah konflik antarpekerja TKA-TKI. Strateginya bukan sekadar pengawasan ketat, melainkan lewat program pelatihan bahasa dan pertukaran budaya (cross culture sharing) yang dirancang secara sistematis. (Istimewa)

Morowali, Beritasatu.com - Mengelola lebih dari 85.000 tenaga kerja di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bukanlah hal mudah. Dengan jumlah tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok mencapai sekitar 15.000 orang, gesekan akibat perbedaan bahasa dan budaya bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Namun, IMIP punya cara tersendiri untuk mencegah konflik antarpekerja. Strateginya bukan sekadar pengawasan ketat, melainkan lewat program pelatihan bahasa dan pertukaran budaya (cross culture sharing) yang dirancang secara sistematis.

Deputi Direktur Operasional IMIP Yulius Susanto mengungkapkan, sebagian besar insiden yang terjadi hanya bersumber dari miskomunikasi. Ia mencontohkan, saat kasus perintah menutup keran diterjemahkan sebagai menutup pintu. Kebingungan itu sempat memicu ketegangan, tetapi akhirnya diselesaikan secara baik-baik.

ADVERTISEMENT

“Masalah ternyata hanya salah komunikasi. Tidak ada pintu, tetapi disuruh tutup pintu. Setelah dicek, hanya kesalahan penerjemah,” ujarnya dalam acara Media Tour Nasional, Senin (21/7/2025).

Supervisor HR Training IMIP Elvina menegaskan, sejak 2017 tidak pernah terjadi konflik besar, yang kerap muncul hanyalah kesalahpahaman kecil akibat keterbatasan bahasa. “Yang sering terjadi hanya miskomunikasi karena bahasa,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal serupa, IMIP menjalankan program pelatihan bahasa Indonesia bagi TKA dan bahasa Mandarin bagi TKI. Langkah ini dibarengi dengan cross culture sharing agar pekerja asing dan lokal saling memahami kebiasaan dan nilai budaya masing-masing.

“Kami kenalkan budaya Indonesia ke TKA dan juga belajar budaya mereka,” ujar Elvina.

Bagi pekerja lokal yang mahir Mandarin, perusahaan memberi kesempatan ikut pelatihan lanjutan di Tiongkok selama 9 bulan-3 bulan di Indonesia dan 6 bulan magang langsung di pabrik mitra.

Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar menyebut, pertumbuhan jumlah tenaga kerja di kawasan IMIP cukup tinggi. Hingga 3 Mei 2025, ekerja tercatat sebanyak 85.423 orang, dengan 31% atau 26.445 orang berasal dari Sulawesi Tengah. Pekerja lokal dari Kabupaten Morowali sendiri mencapai 15.317 orang.

“Percepatan akulturasi budaya terus kami dorong agar integrasi antarpekerja lebih harmonis,” jelas Emilia.

Dengan pendekatan budaya dan bahasa, IMIP berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan minim konflik. Strategi ini tak hanya menjaga stabilitas operasional, tetapi juga memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon