ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kelapa Sawit Lolos ke Eropa, Pertumbuhan Ekonomi RI Bakal Lebih Cepat

Selasa, 22 Juli 2025 | 12:55 WIB
AS
MK
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: MBK
Ilustrasi komoditas CPO
Ilustrasi komoditas CPO (Kemenperin )

Jakarta, Beritasatu.com - Keberhasilan Indonesia merampungkan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA) setelah tertunda selama satu dekade patut diapresiasi. Perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas unggulan Indonesia ke Eropa.

“Sudah 10 tahun perjanjiannya akhirnya kita bisa deal. Itu akan membawa bukan hanya perdagangan, tetapi juga arus investasi ke Indonesia dan di Eropa,” tutur Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, kepada awak media di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (21/7/2025) malam.

Menurutnya, kesepakatan EU–CEPA juga mencakup isu penting seperti kelapa sawit, yang selama ini menjadi perhatian utama dalam hubungan dagang Indonesia dan Uni Eropa. Dengan adanya kesepakatan ini, ekspor sawit ke Eropa diproyeksikan akan meningkat secara signifikan.

ADVERTISEMENT

Pemerintah optimistis bahwa pencapaian ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat daya saing ekspor nasional, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ia mengungkapkan, para pelaku usaha cukup responsif terhadap peluang ini dan menyambut baik tarif yang lebih rendah dari negara mitra dagang utama.

“Ini adalah momentum yang akan kita gunakan untuk paruh kedua dari tahun 2025,” pungkas Febrio.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Havas Oegroseno mengatakan, pencapaian tersebut jadi bukti nyata diplomasi ekonomi Indonesia menghasilkan dampak konkret dunia usaha. Wamenlu mengungkap, melalui CEPA ribuan produk ekspor Indonesia mulai dari pertanian, manufaktur, hingga komoditas unggulan berpotensi menikmati penghapusan tarif masuk ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Havas menekankan bahwa fasilitas tarif 0%  jadi peluang yang bisa dimanfaatkan langsung pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan daya saing ekspor di pasar global.

CEPA pun dinilai jadi jawaban isu sensitif seperti EUDR (EU Deforestation Regulation) yang selama ini menjadi tantangan ekspor produk sawit dan turunannya. Menurutnya, Indonesia bisa menyampaikan posisi nasional lebih kuat dan meredakan kekhawatiran Uni Eropa tanpa mengorbankan kepentingan domestik.

Havas menyebut capaian CEPA tak lepas dari peran aktif Presiden Prabowo Subianto dalam diplomasi ekonomi, khususnya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke markas Uni Eropa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RI Wajib Perkuat Diplomasi Global Hadapi Dampak EUDR

RI Wajib Perkuat Diplomasi Global Hadapi Dampak EUDR

EKONOMI
IEU CEPA Diterjemahkan ke 24 Bahasa, Menuju Pembahasan Parlemen Eropa

IEU CEPA Diterjemahkan ke 24 Bahasa, Menuju Pembahasan Parlemen Eropa

EKONOMI
IEU-CEPA Diharap Jadi Solusi Redam Sengketa Dagang RI-Uni Eropa

IEU-CEPA Diharap Jadi Solusi Redam Sengketa Dagang RI-Uni Eropa

EKONOMI
Airlangga: IEU-CEPA Terobosan Besar, Perdagangan RI Diproyeksi Naik

Airlangga: IEU-CEPA Terobosan Besar, Perdagangan RI Diproyeksi Naik

EKONOMI
Mendag: CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa Perkuat Ekspor Indonesia

Mendag: CEPA dengan Kanada dan Uni Eropa Perkuat Ekspor Indonesia

EKONOMI
IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

IEU-CEPA Buka Peluang Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon