ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketika AI Kini Jadi Karyawan Baru di Sektor Tambang

Rabu, 30 Juli 2025 | 19:53 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Diskusi bertajuk Smart Mining dan Green Energy: Peran AI dalam Mewujudkan Industri Berkelanjutan pada acara Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Rabu 30 Juli 2025.
Diskusi bertajuk Smart Mining dan Green Energy: Peran AI dalam Mewujudkan Industri Berkelanjutan pada acara Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, Rabu 30 Juli 2025. (Beritasatu.com/Alfi Dinilhaq)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemanfaatan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di industri tambang dinilai semakin krusial, khususnya dalam meningkatkan efisiensi waktu, biaya, dan proses produksi.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey, yang menyebut AI kini menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan tambang.

"AI sekarang bukan hanya alat bantu, tetapi sudah seperti karyawan baru. Apalagi harga komoditas sedang menurun, perusahaan harus berhemat. Maka AI dan sistem digital, seperti ChatGPT sangat membantu dalam menganalisis data dan merangkai informasi untuk pengambilan keputusan," ujar Meidy dalam diskusi Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran, Selasa (30/7/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, banyak perusahaan tambang yang mulai mengandalkan AI untuk membuka lahan baru, menganalisis potensi wilayah, serta memproyeksikan biaya dan waktu produksi. Teknologi ini juga terkoneksi langsung dengan kantor pusat yang umumnya berada di kota besar, seperti Jakarta.

"Kontrol dari pusat ke lapangan tidak bisa lagi dilakukan bolak-balik. Jadi penggunaan AI sangat vital, apalagi untuk site yang jauh. Beberapa perusahaan bahkan mengandalkan ChatGPT untuk mendapatkan masukan awal sebelum pengolahan akhir dilakukan oleh tim internal," jelas Meidy.

Namun, Meidy mengakui masih ada tantangan besar dalam implementasi digitalisasi, terutama terkait infrastruktur jaringan di wilayah tambang yang sebagian besar berada di daerah terpencil.

"Permasalahan utama adalah koneksi. Di remote area, jaringan belum stabil dan kadang tidak ada sama sekali. Ini yang jadi hambatan utama dalam digitalisasi tambang," ungkapnya.

Untuk itu, APNI mendorong adanya dukungan dari pemerintah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur digital yang memadai di daerah-daerah operasi tambang. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Temui Xi Jinping di Beijing, Bahas AI hingga Iran

Trump Temui Xi Jinping di Beijing, Bahas AI hingga Iran

INTERNASIONAL
Menuju Kedaulatan Energi melalui Agentic AI

Menuju Kedaulatan Energi melalui Agentic AI

EKONOMI
Pengadilan China Larang PHK Demi Gantikan Karyawan dengan AI

Pengadilan China Larang PHK Demi Gantikan Karyawan dengan AI

INTERNASIONAL
Akademi Oscar Tolak Awards untuk AI

Akademi Oscar Tolak Awards untuk AI

LIFESTYLE
Presdir BCA: AI di Perbankan Ibarat Pisau Bermata Dua

Presdir BCA: AI di Perbankan Ibarat Pisau Bermata Dua

EKONOMI
Japan Airlines Mulai Pakai Robot Humanoid untuk Angkut Bagasi

Japan Airlines Mulai Pakai Robot Humanoid untuk Angkut Bagasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon