ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menko Airlangga: Kita Ingin Ekonomi Tumbuh Bukan hanya Bertahan

Selasa, 5 Agustus 2025 | 17:43 WIB
A
AD
Penulis: Aep | Editor: AD
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Rakerkonas Apindo ke-XXXIV 2025 di eL Hotel Bandung, Selasa 5 Agustus 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Rakerkonas Apindo ke-XXXIV 2025 di eL Hotel Bandung, Selasa 5 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Aep)

Bandung, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam beberapa kuartal terakhir.

Pertumbuhan ini menandai mulai pulihnya daya beli masyarakat, meningkatnya investasi, serta sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

Kinerja ekonomi yang solid ini didorong oleh pulihnya sektor konsumsi, pertanian, industri, serta lonjakan signifikan pada e-commerce, terutama di kategori kosmetik serta makanan dan minuman.

ADVERTISEMENT

"Beberapa perusahaan publik, terutama di sektor ritel, mencatat kinerja lebih baik dibanding semester I. Ini bukti ekonomi kita memang sedang tumbuh,” ujar Airlangga seusai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakerkonas) ke-XXXIV Apindo di eL Hotel Bandung, Selasa (5/8/2025).

Terkait investasi, Airlangga menegaskan bahwa target nasional sebesar Rp 1.900 triliun pada 2025 masih realistis.

Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 100 persen untuk properti bernilai di bawah Rp 2 miliar. Insentif ini ditujukan untuk mendorong pasar properti dan industri turunannya.

“Yang penting pengusaha tetap melanjutkan usahanya, menanamkan modal, dan meraih untung. Kita ingin ekonomi tumbuh, bukan hanya bertahan,” tegasnya.

Airlangga juga menyoroti isu tarif ekspor. Ia menyebut, dengan turunnya ancaman tarif ekspor dari 32 persen menjadi 19 persen, Indonesia kini kembali kompetitif dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

“Kalau 32 persen, 5 juta pekerja bisa kena PHK. Tapi dengan 19 persen, kita setara dengan Malaysia dan Thailand,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menggulirkan berbagai kebijakan terobosan untuk meningkatkan konsumsi dan investasi.

Kebijakan tersebut antara lain penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), pembangunan 450.000 unit rumah, serta insentif tarif ekspor nol persen ke Eropa melalui perjanjian dagang dengan Uni Eropa.

Menjelang peringatan HUT ke-80 RI, pemerintah juga akan meluncurkan program “Diskon Kemerdekaan” dengan potongan harga hingga 80 persen guna mendorong belanja masyarakat.

“Program konsumsi ini akan dilanjutkan dengan stimulus akhir tahun menjelang Natal dan Tahun Baru 2026,” tandas Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BPS: Dampak Perang Timur Tengah Belum Tercermin pada Kuartal I 2026

BPS: Dampak Perang Timur Tengah Belum Tercermin pada Kuartal I 2026

EKONOMI
Tumbuh 5,04 Persen, Ekonomi RI Lebih Baik dari Singapura dan China

Tumbuh 5,04 Persen, Ekonomi RI Lebih Baik dari Singapura dan China

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon