ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TOBA Percepat Transformasi Hijau, Bisnis Limbah Jadi Andalan

Senin, 9 Maret 2026 | 21:37 WIB
MF
AD
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: AD
Ilustrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Ilustrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mempercepat transformasi portofolio bisnis sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi menuju perusahaan berbasis energi rendah karbon. Emiten energi tersebut mulai mengalihkan fokus dari bisnis batu bara ke sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta kendaraan listrik.

Dalam laporan kinerja yang dirilis pada Senin (9/3/2026), perseroan mengungkapkan telah menyelesaikan akuisisi Sembcorp Environment yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Langkah korporasi tersebut memperkuat posisi TOBA di sektor pengelolaan limbah di Singapura sekaligus menjadi salah satu pilar utama dalam diversifikasi bisnis perusahaan.

Secara kinerja, TOBA mencatat EBITDA disesuaikan positif sebesar US$ 47,2 juta sepanjang 2025. Posisi kas perseroan juga meningkat 15% menjadi US$ 102,3 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari segmen pengelolaan limbah yang mencapai US$ 155,4 juta. Sementara itu, segmen pertambangan dan perdagangan batu bara masih memberikan pendapatan sebesar US$ 194,6 juta.

Meski demikian, TOBA mencatat rugi bersih sebesar US$ 162 juta pada 2025. Penurunan kinerja tersebut dipengaruhi oleh melemahnya harga batu bara global serta kerugian nonkas yang bersifat tidak berulang dari divestasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) senilai US$ 97 juta.

Direktur TBS Energi Utama Juli Oktarina menjelaskan perubahan komposisi pendapatan menunjukkan arah strategis perseroan yang semakin mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara.

Menurutnya, kontribusi segmen pertambangan dan perdagangan batu bara yang turun dari 81% menjadi 51% mencerminkan langkah perusahaan untuk mempercepat pergeseran menuju portofolio bisnis yang lebih berkelanjutan.

“Ini menunjukkan arah strategis TBS untuk secara bertahap menurunkan eksposur terhadap batu bara sekaligus mempercepat pergeseran menuju portofolio yang lebih berkelanjutan,” ujar Juli kepada media di Jakarta.

Ia menambahkan penyesuaian struktur bisnis tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, khususnya pada sektor pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

Menurut Juli, strategi tersebut juga relevan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar energi global akibat dinamika geopolitik yang memengaruhi harga energi fosil.

“Strategi bisnis yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan kendaraan listrik menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional karena memberikan fleksibilitas,” kata Juli.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, TOBA juga mengembangkan proyek motor listrik melalui platform Electrum. Program tersebut menawarkan skema rent-to-own bagi pekerja di sektor transportasi.

Model bisnis tersebut dinilai dapat membantu mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di sektor transportasi.

Langkah transformasi yang dilakukan TOBA menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan tren transisi energi global yang semakin mengarah pada penggunaan energi bersih dan rendah emisi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Danantara Pastikan TOBA Tak Terlibat Proyek Sampah Jadi Listrik

Danantara Pastikan TOBA Tak Terlibat Proyek Sampah Jadi Listrik

EKONOMI
TOBA Bidik Peluang Bisnis Motor Listrik Senilai Rp 114 Triliun

TOBA Bidik Peluang Bisnis Motor Listrik Senilai Rp 114 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon