ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jagung Impor Tertunda, Harga Pakan Ternak Bakal Naik 5% (1)

Senin, 10 Agustus 2015 | 16:53 WIB
DS
B
Penulis: Damiana Ningsih Simanjuntak | Editor: B1
Warga menyortir jagung hasil panen di Patean, Kendal, Jawa Tengah.
Warga menyortir jagung hasil panen di Patean, Kendal, Jawa Tengah. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) FX Sudirman mengatakan, harga pakan ternak berpotensi naik sekitar 5%. Hal itu akibat inefisiensi dan tambahan biaya atas impor jagung.

Pasalnya, jelas Sudirman, produsen pakan ternak harus menanggung biaya demurrage (denda kelebihan waktu pemakaian peti kemas) sekitar Rp 20 miliar akibat tertundanya pemasukan jagung impor. Menyusul, pembatalan penerbitan surat perintah persetujuan (SPP) masuk atas sekitar 480 ribu ton jagung impor. Pembatalan tersebut berdasarkan instruksi pengendalian impor oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

Sudirman menambahkan, keputusan Mentan Amran tersebut akibat ketidakpercayaan (distrust) terhadap industri pakan ternak di dalam negeri.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah menunjuk Bulog sebagai penghubung antara pemerintah dan GPMT. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama antara Bulog dengan 31 perusahaan anggota GPMT.

ADVERTISEMENT

Melalui kerja sama tersebut, Bulog akan menjalankan penugasan dari pemerintah, yakni pengendalian impor. Termasuk, pengawasan penyerapan jagung lokal oleh industri pakan ternak. Untuk pengawasan yang dijalankan Bulog tersebut, lanjut Sudirman, pihaknya dikenakan biaya Rp 10 per kilogram (kg).

"Dengan MoU ini, seharusnya unloading kapal-kapal yang sudah merapat ke sini bisa dilakukan segera. Kapal-kapal tersebut bermuatan sekitar 480 ribu ton jagung impor. Setelah MoU ini, kita tinggal menunggu SPP dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kemtan). Kami berharap bisa secepatnya, kalau bisa hari ini. Mudah-mudahan bisa memuaskan semua pihak. Meski, penundaan ini menimbulkan dampak yang cukup besar. Demorage selama hampir 3 minggu ini sudah lebih dari Rp 20 miliar. Ini inefisiensi dan menimbulkan biaya. Pasti, biaya akan ditransfer kepada peternak. Harga pakan bisa naik sekitar 5%," kata Sudirman usai penandatangan MoU kerja sama GPMT dengan Bulog di Jakarta, Senin (11/8).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon