Jagung Impor Tertunda, Harga Pakan Ternak Bakal Naik 5% (2-habis)
Senin, 10 Agustus 2015 | 16:58 WIB
Perlu Stok 2 Juta Ton
Untuk selanjutnya, kata dia, mekanisme impor jagung masih dibahas. Di sisi lain, Sudirman mengatakan, GPMT siap menyerap jagung dari lokal selama tersedia.
Meski, ujar dia, kesesuaian data masih harus dibahas lanjut. Mengacu pada data Pusdatin Kemtan, kata dia, jagung lokal menyuplai sekitar 27% terhadap industri pakan ternak nasional.
"Selama ini, kita ribut tentang data karena tidak ada indikator yang bisa dipercaya kedua pihak. Bulog bisa memerankan peran itu. Jadi indikator buat kita semua, ada atau tidak barangnya. Selain itu, supaya industri tidak terganggu, kalau bisa, Bulog punya 2 juta ton standby inventory. Kebutuhan kita dalam sebulan berkisar 800 ribu ton. Katanya, ada jagung lokal. Kalau memang ada, kita enggak mau impor," kata Sudirman.
Semetara itu, Dirut Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, impor jagung selanjutnya akan berdasarkan rekomendasi Bulog.
"Kalau nanti industri bilang, bulan depan kami butuh 100 ribu ton, Bulog ada enggak? Ternyata enggak, Bulog hanya ada 20 ribu ton. Lalu bagaimana? Ya impor saja. Mari kita berbicara dengan kementerian. Intinya, kalau di petani dan Bulog ada stok, sebaiknya jangan impor. Syukur-syukur suatu saat enggak perlu impor. Ini kan bicara petani, yang sebagian besar masyarakat kita. Ini kan menyangkut ketahanan negara. Supaya petani bisa sejahtera dan senang," kaga Djarot.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




