Perbanas: Penurunan Suku Bunga Harus Fokus
Selasa, 7 Februari 2012 | 18:50 WIB
Sektor yang dirasa sudah cukup rendah suku bunganya, adalah korporasi, komersial dan konsumer.
Meski trennya sudah menurun, Perhimpunan Umum Bank-Bank Nasional (Perbanas) menilai perlunya fokus dalam penurunan suku bunga.
"Suku bunga kredit masih ada peluang untuk menurunkan. Cuma yang lebih spesifik di segmen mana, itu yang perlu lebih banyak ruang untuk turun," kata Ketua Perbanas Sigit Pramono, ketika ditemui di sela-sela acara BNI International Seminar and Workshop, Jakarta, hari ini.
Menurut Sigit, sektor yang dirasa sudah cukup rendah suku bunganya, adalah korporasi, komersial dan konsumer. "Di sektor korporasi itu kan sudah banyak bank yang kasih bunga 7,5-8 persen," katanya.
Dia mengatakan, pengenaan suku bunga tidak terlepas dari profil risiko masing-masing nasabah. Kalau perusahaan memiliki peringkat AAA, maka risiko tidak terlalu tinggi, sehingga suku bunganya rendah.
Selain profil risiko nasabah, Sigit menjelaskan, kondisi perbankan juga menentukan. Komposisi dana pihak ketiga (DPK) memengaruhi pembentukan suku bunga kredit. "Jadi dari sisi bank juga tidak bisa semua bank berikan suku bunga rendah. Tidak bisa digeneralisasi," ujar mantan direktur utama BNI ini.
Sigit menegaskan, satu segmen yang masih mungkin penurunan suku bunga adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu bisa dilakukan dengan menambah pemain atau bank yang terjun ke sektor itu.
"Nah ini yang mikro atau UMKM yang sebenarnya memang harus diturunkan. Jadi tidak bisa tembak semua. Harus difokuskan. Semakin banyak bank yang masuk ke situ, tingkat persaingannya akan lebih tinggi," pungkas dia.
Meski trennya sudah menurun, Perhimpunan Umum Bank-Bank Nasional (Perbanas) menilai perlunya fokus dalam penurunan suku bunga.
"Suku bunga kredit masih ada peluang untuk menurunkan. Cuma yang lebih spesifik di segmen mana, itu yang perlu lebih banyak ruang untuk turun," kata Ketua Perbanas Sigit Pramono, ketika ditemui di sela-sela acara BNI International Seminar and Workshop, Jakarta, hari ini.
Menurut Sigit, sektor yang dirasa sudah cukup rendah suku bunganya, adalah korporasi, komersial dan konsumer. "Di sektor korporasi itu kan sudah banyak bank yang kasih bunga 7,5-8 persen," katanya.
Dia mengatakan, pengenaan suku bunga tidak terlepas dari profil risiko masing-masing nasabah. Kalau perusahaan memiliki peringkat AAA, maka risiko tidak terlalu tinggi, sehingga suku bunganya rendah.
Selain profil risiko nasabah, Sigit menjelaskan, kondisi perbankan juga menentukan. Komposisi dana pihak ketiga (DPK) memengaruhi pembentukan suku bunga kredit. "Jadi dari sisi bank juga tidak bisa semua bank berikan suku bunga rendah. Tidak bisa digeneralisasi," ujar mantan direktur utama BNI ini.
Sigit menegaskan, satu segmen yang masih mungkin penurunan suku bunga adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu bisa dilakukan dengan menambah pemain atau bank yang terjun ke sektor itu.
"Nah ini yang mikro atau UMKM yang sebenarnya memang harus diturunkan. Jadi tidak bisa tembak semua. Harus difokuskan. Semakin banyak bank yang masuk ke situ, tingkat persaingannya akan lebih tinggi," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




