ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kempupera Tandatangani Paket Tol Cisumdawu Tahap II Senilai Rp 3,4 Triliun

Selasa, 15 September 2015 | 20:05 WIB
IM
FH
Penulis: Imam Mudzakir | Editor: FER
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan penandatanganan kontrak jalan bebas hambatan (jalan tol) ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi II (Rancakalong - Sumedang) tahap II, di Jakarta, Selasa (15/9)
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan penandatanganan kontrak jalan bebas hambatan (jalan tol) ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Seksi II (Rancakalong - Sumedang) tahap II, di Jakarta, Selasa (15/9) (Imam Mudzakir/Investor Daily)

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melakukan penandatanganan kontrak jalan bebas hambatan (jalan tol) ruas Cileunyi-Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) Seksi II (Rancakalong – Sumedang) tahap II. Tol Cisumdawu Seksi I dan Seksi II pembangunannya dilaksanakan oleh pemerintah, dikarenakan ruas tol tersebut masih belum feasible secara ekonomi.

"Kita baru tandatangan kontrak untuk Cisumdawu yang merupakan bagian tanggung jawab pemerintah sepanjang 10,1 km dan 472 meter terowongan," kata Menpupera, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut Basuki, nilai kontrak dari proyek tahap II ini sebesar Rp3,4 triliun ini, dananya berasal dari pinjaman pemerintah Tiongkok.

"Mekanismenya, setelah tandatangan kontrak ini harus diurus loan agreement-nya. Sebelum ada loan agreement, belum bisa kerja. Makanya, saya minta mereka untuk bisa mempercepat prosesnya. Saya minta 3 bulan ini harus bisa sehingga tahun depan bisa dimulai pekerjaannya. Jadi, saya dorong untuk bisa cepat," kata Basuki.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga meminta jajarannya dan pihak Tiongkok untuk mempercepat proses loan agreement, guna mempercepat dimulainya kontruksi pembangunan proyek tersebut.

"Harus diperhatikan juga oleh kita semua, setelah ini kan perlu penandatanganan. Dari pihak kedutaan bilang, sebagian besar prosesnya ada di pihak Indonesia dari total lama proses 28 bulan. Saya mohon dengan sangat, kalau ini masih terjadi, saya akan cancel pinjaman ini," tambah Basuki.

Sesuai dengan nilai yang tertera dalam perjanjian, lanjut dia, nilai kontrak sebesar Rp 3,48 triliun tersebut dilaksanakan untuk tahap II. Dimana untuk tahap I sudah berjalan pekerjaan pembangunannya sepanjang 6,35 km dengan nilai kontrak Rp 1,1 triliun.

"Tahap II lebih mahal karena ada terowongannya, lebih mahal satuannya, mengenai lahan untuk seksi II tahap I sudah 93 % progresnya bagus, saya minta tahun depan selesai, sedangkan lahan untuk tahap II ini sudah 80,12 %," jelasnya.

Diketahui bahwa pembangunan jalan tol Cisumdawu secara keluruhan adalah sepanjang 60,27 km yang terdiri dari enam seksi. Pemerintah akan mengerjakan sebanyak dua seksi yaitu seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 km dan seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,35 km. Sedangkan sisanya yaitu Seksi III Sumedang-Cimalaka (3,75 km), Seksi IV Cimalaka – Legok (7,2 km) Seksi V Legok – Ujung Jaya (15,9 km) dan Seksi VI Ujung Jaya – Dawuan (4,048 km) akan ditawarkan pada investor.

"Karena biaya pembangunan tol ini mahal, kalau ditawarkan ke investor tidak akan laku karena tidak feasible secara ekonomi. Supaya feasible pemerintah harus bantu dengan pembangunan di dua seksi. Sehingga nanti investor hanya mengerjakan seksi ketiga sampai seksi kelima, tapi mereka nantinya tetap akan mengoperasikan dari Cileunyi," jelas Direktur Jenderal Bina Marga Kempupera, Hediyanto W.Husaini.

Pekerjaannya seksi II pada tahap II ini, lanjut dia, dilaksanakan oleh kontraktor konsorsium Metallurgical Corporation of China Ltd. Join operation dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Nindya Karya (Persero)-PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Rencananya pembangunan akan dilanjutkan ke seksi pertama Cileunyi-Rancakalong mulai tahun depan. Namun Hediyanto menambahkan, kendala yang masih dihadapi yakni ketersediaan lahan yang belum memadai untuk dilakukan pekerjaan konstruksi.

"Kalau seksi pertama lahan yang bebas baru sekitar 33%. Tapi seksi pertama itu bisa cepat karena kami juga lagi menggenjot tanahnya mudah-mudahan selesai akhir tahun ini. Kalau sudah selesai, bisa gampang cari investor. Karena ini sudah kami masukkan dalam program agar tahun depan bisa mulai," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon