ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kupon Dinaikkan, Bank Optimistis Penjualan ORI012 Sukses

Senin, 21 September 2015 | 10:07 WIB
DK
WP
Penulis: Devie Kania | Editor: WBP
ORI, Obligasi Negara Ritel
ORI, Obligasi Negara Ritel (Bankmandiri.co.id)

Jakarta– Sejumlah pelaku perbankan optimistis dapat kembali meraih sukses menjadi agen penjualan obligasi ritel Indonesia seri 12 (ORI012). Sejauh ini ORI merupakan salah satu produk invetasi yang dianggap tepat untuk nasabah ritel di bank. Di sisi lain, tingkat kupon yang ditawarkan pemerintah untuk ORI012 sebesar 9 persen, lebih tinggi 50 basis poin (Bps) dibanding kupon ORI011 yang sebesar 8,5 persen.

Direktur Konsumer PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) Hery Gunardi mengatakan, perseroan menargetkan dapat menjual ORI012 senilai Rp 3-3,75 triliun. Sedangkan obligasi ritel Indonesia seri 11 (ORI011) pada 2014, nominal realisasi penjualan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mencapai Rp 2,02 triliun.

"Prospek penjualan ORI012 bergantung dengan besaran kupon. Kalau tingkat kupon semakin tinggi, itu berarti penjualan bisa semakin besar," ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Sementara Head of Wealth Product Management PT Bank ANZ Indonesia (Bank ANZ) Djoko Soelistyo menilai, perseroan optimistis akan meraih sukses pada penjualan ORI012 seperti obligasi negara ritel seri sebelumnya. Bank swasta ini menargetkan kuota yang sama dengan pencapaian penjualan ORI011, yakni Rp 2,57 triliun.

ADVERTISEMENT

Adapun Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Budi Satria menyatakan, tahun lalu pencapaian penjualan perseroan kurang lebih sama dengan kuota yakni Rp 1,2 triliun. Berdasar hal itu, bank umum kelompok usaha (BUKU) ini menargetkan kembali kuota penjualan yang sama untuk ORI012.

"Prospek ORI012 bagus, karena imbal hasil menarik. Selain itu, ORI merupakan produk alternatif yang dapat dipilih nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi. Oleh sebab itu, kami optimistis penjualan obligasi ritel Indonesia ini akan laku keras seperti seri lalu," ungkap dia.

Sedangkan, Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Eko Waluyo mengungkapkan, perseroan memasang target penjualan ORI012 sebesar Rp 1,4 triliun. Padahal, pada 2014 nominal kuota yang diperoleh bank yang fokus terhadap kredit perumahan ini sebesar Rp 374 miliar. Untuk itu, tahun ini nominal penjualan obligasi ritel Indonesia BTN berpotensi melesat signifikan.

Direktur Perbankan Ritel PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk (BII) Lani Darmawan memaparkan, perseroan memperoleh kuota sebesar Rp 700 miliar untuk ORI012. Selama ini, BII berhasil menjual ORI sesuai dengan jatah yang diberikan pemerintah. "Saya rasa dengan tingkat kupon sebesar 9 persen cukup baik," ungkap dia.

Berdasarkan keterangan dalam situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu), diuraikan masa penawaran ORI012 dimulai pada 21 September-15 Oktober 2015. Untuk obligasi negara ritel ini, ada 17 bank dan empat perusahaan sekuritas yang berpartisipasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon