15 Danau Kritis di Indonesia Harus Diselamatkan
Rabu, 18 November 2015 | 18:30 WIB
Manado- Sekitar 15 danau di Indonesia saat ini dalam kondisi kritis akibat pendangkalan menyusul kerusakan hutan sehingga air berkurang. Untuk itu, diperlukan langkah nyata untuk menyelamatkan danau tersebut.
"Kita lakukan penghijauan, dan penanaman pohon pada wilayah resapan air atau hulu," kata Sekretaris Gerakan Nasional Kemitraan Keselamatan Air (GN-KPA) Muhamad kepada SP di sela-sela sosialisasi kegiatan GN-KPA di Manado, Rabu (18/11).
Dalam acara yang dibuka Pejabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono tersebut, dihadiri mantan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto dan para ahli air, hutan serta lingkungan.
Menurut Muhamad, penyebab kritisnya 15 danau karena daerah tangkapan air terabaikan. Jika sejak lama memperhatikan hulu, dan hutan, maka danau tidak kekurangan air. "Jadi saat ini GN-KPA melibatkan delapan departemen dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan penyelamatan air dan danau dengan penghijauan," kata Muhamad.
Sementara Pejabat Gubernur Soni Sumarsono mengatakan, dengan terbakarnya hutan akibat musim kemarau, maka ada beberapa wilayah kekurangan air. Namun secara umum, ketersediaan air masih cukup. "Kami melakukan upaya agar air tetap ada," katanya.
Sementara Kepala Balai Sungai Wilayah Sulut Jidon Watania mengatakan jika pembangunan Bendungan Sankud rampung, maka bisa mengairi sekitar 3.000 hektare (ha) sawah. Sementara tahun depan, akan dibangun Waduk Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara. Waduk ini untuk mengatasi banjir sekaligus menampung air bersih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




