ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Kaca Nasional Minta Pemerintah Turunkan Harga Gas

Kamis, 19 November 2015 | 21:12 WIB
RS
WP
Penulis: Ridho Syukro | Editor: WBP
Ilustrasi kaca mobil.
Ilustrasi kaca mobil. (Ist)

Jakarta- Pelaku industri kaca nasional meminta pemerintah menurunkan harga gas. Mahalnya harga gas membuat industri kurang berdaya saing karena menambah ongkos produksi.

Ketua II Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Indonesia Putra Narjadin mengatakan, industri kaca nasional harus membayar gas sebesar US$ 9 per milion british thermal units (mmbtu). Angka itu dinilai sangat mahal jika dibandingkan harga gas di Malaysia dan Vietnam yang mencapai US$ 5 per mmbtu.

Ia meminta pemerintah menurunkan harga gas menjadi US$ 7 per mmbtu. "Harga gas US$ 7 per mmbtu cukup ideal dan bisa diterima pelaku industri kaca nasional," kata Putra dalam acara "Glass Tech Asia 2015", di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/11).

Menurut Putra, saat ini 70 persen-80 persen pasar kaca nasional diserap sektor properti dan konstruksi, sedangkan sisanya 20 persen untuk industri otomotif. Selain memenuhi pasar domestik, kaca nasional juga diekspor ke ASEAN, Jepang dan Selandia Baru. Adapun kapasitas produksi kaca nasional dalam setahun mencapai 700.000 -800.000 ton.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan, bahan baku kaca adalah pasir dan soda api. Saat ini kebutuhan pasir sudah 100 persen dipasok dari lokal, namun untuk soda api masih diimpor dari Amerika Serikat (AS). Meski bahan baku soda api diimpor, namun produk jadinya dipasarkan di dalam negeri. "Kaca impor hanya menguasai pasar dalam negeri sebesar 5 persen," kata dia.

Glass Tech Asia 2015 adalah pameran internasional yang ke-13 yang memamerkan produk kaca, manufaktur kaca serta proses pembuatannya. Pameran ini diadakan di Jiexpo, Kemayoran atas inisiatif Conference and Exhibition Management Service dan Singapore Glass Association serta Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia. Pameran ini diikuti 233 pelaku industri kaca dari 14 negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon