Petani Tambak Kelola Hutan Mangrove Jadi Wisata
Minggu, 29 November 2015 | 15:15 WIB
Cirebon-Masyarakat Petani tambak yang tergabung pada Kelompok Pantai Lestari di Karangsong Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berupaya mengelola hutan mangrove (bakau) untuk dijadikan wisata.
Ketua bidang penghijauan kelompok Pantai Lestari Eka Tarika, Ahad, mengatakan wisata hutan mangrove Karangsong masih dilakukan dalam skala kecil. "Kontribusi pendapatannya masih untuk desa saja," kata Eka di Indramayu, Minggu (29/11).
Awal mulanya masyarakat menanam pohon mangrove untuk menjaga tambak mereka dari terjangan air laut (abrasi). Sebelum ditanami mangrove, tambak milik petani hancur dan tak bisa produksi lagi. "Kami menanam awalnya untuk menjaga tambak agar tidak terkikis," ujarnya.
Dia mengatakan, penanaman pohon mangrove dimulai sejak tahun 2008 hasil bantuan beberapa instasi maupun masyarakat sendiri. Saat ini hutan mangrove di kawasan itu mencapai 1,4 kilometer dari luasan hutan 25 kilometer persegi. "Antusias masyarakat tinggi jadi kami juga buka untuk wisata," kata Eka.
Wisata mangrove dibuka pada 14 Juni 2015 oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. "Yang meresmikan wisata hutan mangrove sendiri yaitu Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




