ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PUPR Terima Usulan Pembangunan 5 Ruas Tol

Minggu, 13 Desember 2015 | 21:36 WIB
LR
B
Penulis: Laila Ramdhini | Editor: B1
Ribuan kendaraan pemudik arus balik yang melintas dari arah Cikopo, Purwakarta, terjebak kemacetan di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jabar, 22 Juli 2015
Ribuan kendaraan pemudik arus balik yang melintas dari arah Cikopo, Purwakarta, terjebak kemacetan di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jabar, 22 Juli 2015 (Antara/M.Ali Khumaini)

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan telah menerima usulan pembangunan lima ruas jalan tol dari pihak swasta dan BUMN sepanjang 2015. Ruas tol tersebut yaitu tol Serang - Panimbang, Jakarta - Cikampek II, Cileunyi - Tasikmalaya, Tegal - Cilacap, serta Kediri – Kertosono. 

Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto W Husaini mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terhadap usulan tersebut. "Mereka sudah mengajukan usulan pembangunan jalan tol itu. Tapi kadang usulan dari mereka tidak didukung dengan dokumen yang lengkap. Jadi, pemerintah juga akan lakukan kajian sendiri," kata Hediyanto usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Hediyanto, pihak swasta yang tertarik membangun ruas tol tersebut akan membuka akses ke kawasan industri dan ekonomis lainnya yang sudah dimiliki atau sedang dikembangkan. Dia menyebutkan, inisiatif pembangunan ruas Serang - Panimbang diajukan oleh PT Jababeka untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

Sementara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berminat untuk membangun ruas tol Kediri – Kertosono sepanjang 20 kilometer. Jasa Marga tengah melakukan prastudi kelayakan untuk pembangunan jalan bebas hambatan di sana. Selain Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, pihak swasta juga tertarik untuk membangun jalan tol di Jawa Tengah, seperti dari Tegal ke Cilacap.

ADVERTISEMENT

"Di Jawa Tengah kan sudah padat, semua jalan nasionalnya, jadi harus ada alternatif jalan baru. Jadi potensinya untuk Jateng ini memang lebih tinggi karena lalu lintas selalu padat," kata Hediyanto.

Sementara itu, kata dia, pembangunan ruas jalan tol Jakarta - Cikampek II sedang diincar tiga perusahaan, yakni PT Jasa Marga, PT Jalan Tol Indonesia, dan UEM Group Berhard. Ketiga investor itu telah menyatakan kesepakatan untuk menjadi konsorsium pemrakarsa ruas tol tersebut.

"Mereka sudah berembuk, tiga perusahaan yang mengajukan itu, dia sudah menyatakan kesepakatan akan bersama menjadi konsorsium pemrakarsa," kata dia.

Lebih lanjut, rencananya jalan tol baru ini akan dibangun sejalur dengan jalan tol Jakarta-Cikampek eksisting. Dengan demikian, proyek pembangunan jalan tersebut tidak perlu dimasukkan ke dalam rencana jaringan jalan tol nasional
"Kalau ada usulan jalan tol kedua, ketiga, dan seterusnya tidak perlu masuk lagi ke dalam jaringan tol. Karena ini kan dibangun di tempat yang sama," papar dia.

Dua Usulan

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Muhammad Sofyan mengatakan, pihaknya telah menyampaikan usulan dua proyek inisiatif, yakni tol Jakarta-Cikampek elevated dan Jakarta-Cikampek II di wilayah selatan. Pihak Jasa Marga telah menyatakan usulan tersebut ke Kementerian PUPR belum lama ini.

"Usulan ini dalam rangka meningkatkan kapasitas jalan untuk memenuhi kebutuhan distribusi barang dan jasa yang terus meningkat, khususnya di tol Jakarta Cikampek. Saat ini prosesnya sedang dievaluasi oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)," kata dia.

Mengenai besaran investasi dan mitra Jasa Marga dalam proyek tersebut, kata dia, pihaknya belum bisa menginformasikan, karena masih dalam proses evaluasi oleh BPJT. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon