Ekonomi Global Picu Neraca Perdagangan RI Defisit
Selasa, 15 Desember 2015 | 12:51 WIB
Jakarta- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, kondisi ekonomi global yang kurang membaik membuat neraca perdagangan Indonesia pada bulan November mengalami defisit.
Dikatakannya, dari 22 komoditi yang diamati, hanya ada beberapa yang naik, tapi lebih dominan komoditi yang menurun terutama karena harganya. Misalnya saja, palm oil turun 3,19 persen dan dari tahun lalu turun 23,71 persen, palm kernel oil 5,81 persen, udang turun 12,71 persen, kayu gelondongan 2,1 persen, karet turun 6,15 persen, tembaga 7,98 persen, emas 6,3 persen, nikel 10,4 persen.
"Pada bulan November ini terjadi penurunan harga ekspor. Ini masih global yang mempengaruhi. Tapi volume juga banyak turun," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Selasa (15/12).
Sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia pada November mengalami defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi defisit senilai US$ 346,4 juta pada bulan lalu. Sedangkan, Oktober lalu neraca perdagangan surplus sebesar US$ 1,01 miliar. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sepanjang Januari-November 2015 mencapai US$ 7,81 miliar.
"Ini baru pertama kali defisit. Januari-Oktober surplus," ujarnya.
Jika dirinci, nilai ekspor Indonesia November 2015 mengalami penurunan 7,91 persen atau mencapai US$ 11,16 miliar. Sementara untuk nilai impor Indonesia November 2015 mencapai US$ 11,51 miliar atau naik 3,61 persen apabila dibandingkan Oktober 2015.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




