ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2016, Investasi Hulu Migas Diperkirakan Turun 15%

Minggu, 20 Desember 2015 | 10:47 WIB
RA
FB
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: FMB
Kilang minyak mentah
Kilang minyak mentah (Sharesinv.com/Sharesinv.com)

Cirebon - Investasi sektor hulu minyak dan gas bumi pada tahun depan diproyeksikan hanya US$ 17,1 miliar atau turun 15 persen dari target tahun ini US$ 20,2 miliar.

Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro menuturkan, berdasarkan publikasi Bloomberg, harga minyak akan bertahan pada kisaran US$ 40 per barel sampai awal tahun depan dan baru akan naik menjadi US$ 60 per barel pada Juli 2016. Namun, publikasi OPEC justru memprediksi harga minyak akan terus jatuh ke level US$ 30 per barel pada tahun depan.

Sehingga, besaran investasi migas di Indonesia pada tahun depan ikut terpangkas. "Investasi hulu migas pada 2016 ditargetkan US$ 17,1 miliar, dimana untuk blok yang sudah produksi US$ 15,95 miliar dan blok eksplorasi US$ 1,26 miliar," kata dia dalam Refleksi Akhir Tahun SKK Migas di Cirebon, Minggu (20/12).

Dengan berkurangnya investasi, diakui Elan, kegiatan pemboran sumur migas ada penurunan signifikan. Jumlah sumur pengembangan yang dibor per tahunnya biasanya mencapai di atas 1.000 sumur. Namun, jumlah sumur pengembangan yang dibor pada 2016 hanya 476 sumur. Penurunan jumlah sumur pengembangan yang dibor ini karena biayanya yang mahal.

ADVERTISEMENT

"Tetapi ini dikompensasi dengan ditambahnya work over dan well services sumur, sehingga decline rate tidak terlalu besar," ujarnya.

Pada 2015, jumlah sumur work over ditargetkan sebanyak 1.196 sumur dan perawatan sumur 35.686 kegiatan. Dua kegiatan ini diperbanyakan lantaran biayanya tidak terlalu mahal. Dengan diperbanyaknya dua kegiatan ini, produksi minyak dapat ditahan agar tidak turun terlalu besar.

Pada tahun depan, target produksi migas sebesar 1,98 juta barel setara minyak per hari sesuai APBN 2016. Rincinya, target produksi minyak 830 ribu barel per hari (bph) dan gas 6.470 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd). Target APBN itu sedikit di atas target rencana kerja dan anggaran (work plan and budget/WP&B) SKK Migas dan perusahaan migas pada tahun depan sebesar 1,94 juta barel setara minyak per hari, dengan rincian 826 ribu bph untuk minyak dan 6.256 mmscfd.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

13 Sumur Migas Baru di Kaltim Bernilai Rp 2,5 T, Pengeboran Dipercepat

13 Sumur Migas Baru di Kaltim Bernilai Rp 2,5 T, Pengeboran Dipercepat

EKONOMI
Komisi XII DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

Komisi XII DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

EKONOMI
Lifting Minyak 2025 Lampaui Target, SKK Migas Optimistis 2026

Lifting Minyak 2025 Lampaui Target, SKK Migas Optimistis 2026

EKONOMI
Proyek LPG Baru 2026 Tambah Pasokan Energi Nasional RI

Proyek LPG Baru 2026 Tambah Pasokan Energi Nasional RI

EKONOMI
Bahlil Minta Proyek LNG Masela Beroperasi sebelum Pilpres

Bahlil Minta Proyek LNG Masela Beroperasi sebelum Pilpres

EKONOMI
SKK Migas Bidik Tambahan Produksi Minyak dari Blok Cepu

SKK Migas Bidik Tambahan Produksi Minyak dari Blok Cepu

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon