ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Angkasa Pura I Tambah Empat Anak Usaha Non-Aero

Minggu, 26 Februari 2012 | 14:02 WIB
IH
WP
Sejumlah pesawat terbang menunggu giliran lepas landas di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.  FOTO : Andika Wahyu/ANTARA
Sejumlah pesawat terbang menunggu giliran lepas landas di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. FOTO : Andika Wahyu/ANTARA
Untuk besaran modal di masing-masing anak usaha, akan  dibahas lebih dulu dengan pemegang saham

Hingga akhir tahun ini, PT Angkasa Pura I (AP I) akan mengimplementasikan rencana pendirian empat anak usaha dibidang perhotelan, properti, logistik dan support (pendukung) penerbangan, sebagai upaya memperbesar kontribusi pendapatan jasa non-aeronautika. 
 
Sekretaris Perusahaan AP I Miduk Situmorang mengungkapkan, dari keempat  anak usaha, bidang logistik diperkirakan sudah memberikan keuntungan pada tahun  ini.

"Saat ini strategic bussiness unit (SBU) sudah terbentuk dengan  mengelola Terminal Kargo di Balikpapan dan Makassar, artinya tinggal  merestrukturisasi SBU menjadi anak usaha," tambah Miduk.

Lebih lanjut Miduk menyatakan, bidang hotel dan  properti diperkirakan akan memberikan keuntungan pada 2013 atau dua tahun dari saat ini. Pembangunan hotel sedang dilakukan di Makasar dan Surabaya, begitu  juga bidang support sedang dimulai. Sedianya, AP I akan membangun hangar  perawatan pesawat di Makasar dengan menggandeng GMF AeroAsia.
 
"Untuk menaikkan pendapatan non-aero kami bentuk empat anak usaha tahun  ini, yakni di bidang hotel, properti, logistik, dan support. Dalam waktu  dekat direalisasikan," ungkap Miduk di sela Perayaan HUT AP I Ke-48 di  Kawasan Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat, Minggu (26/2).
 
Menurut Miduk, besaran modal disetor di masing-masing anak usaha itu akan  dibahas lebih dulu dengan pemegang saham. Modal disetor akan diambilkan  dari belanja modal (capital expenditures) AP I hingga 2013 yang mencapai  Rp 6 triliun yang juga untuk mengembangkan bandara-bandara yang dikelola  AP I.
 
AP I sendiri menargetkan kontribusi pendapatan non-aero mencapai 60% pada 2020  dari saat ini yang berada di kisaran 30%. Pendapatan non-aero pada 2011 mencapai Rp 530 miliar  atau naik dari tahun sebelumnya Rp 530 miliar.

"Pendapatan non-aero perlu  digenjot seiring beroperasinya Perum Pelayanan Navigasi Penerbangan  Indonesia (PPNPI) yang akan mengambilalih bisnis aeronautika AP I, AP  II, dan provider lain pada tahun ini," pungkas Miduk.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon