2016, Pelaku Bisnis Pesawat Charter Bidik Wisatawan
Jumat, 8 Januari 2016 | 21:03 WIB
Jakarta - Sejumlah pelaku bisnis angkutan udara tak berjadwal (air charter) di Indonesia mencoba untuk memfokuskan bisnisnya pada angkutan wisatawan yang diperkirakan meningkat pada tahun ini. "Pada 2015, porsi tourism itu sekitar 20% dari angkutan air charter nasional," kata Ketua Bidang Penerbangan Tak Berjadwal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiraatmadja, di Jakarta, Jumat (8/1).
Denon mengungkapkan, sepanjang 2015, bidang penerbangan tak berjadwal mengalami penurunan kuantitas angkutan, terutama untuk angkutan minyak dan gas. "Pangsa pasar air charter di Indonesia itu 50% di antaranya adalah oil and gas, karena itu pada saat sektor tersebut mengalami penurunan aktivitas seperti tahun lalu, air charter nasional pun terpengaruh," ujar dia.
Sementara itu, INACA memprediksi pertumbuhan trafik penumpang nasional baik domestik maupun internasional berada di kisaran 10-15 %. Pertumbuhan tersebut salah satunya ditunjang oleh adanya penerapan Asean Open Sky mulai 1 Januari 2016.
Ketua Umum INACA Arif Wibowo memperkirakan, 2016 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi airline nasional, namun pada tahun ini tetap terbuka peluang besar bagi maskapai untuk terus tumbuh dan memperluas pasarnya ke negara-negara Asean seiiring berlakunya liberalisasi sektor penerbangan Asean.
"Sebenarnya, kita sudah menghadapi liberalisasi penerbangan Asean dan sudah terlihat kita mampu menghadapinya. Sekarang adalah saat untuk memperluas pasar agar bisa betul-betul memperoleh benefit dari situasi ini," kata Arif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




