ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertamina Pilih Galangan Kapal Dalam Negeri

Kamis, 21 Januari 2016 | 20:37 WIB
EH
B
Penulis: Euis Rita Hartati | Editor: B1
Kapal Tanker Pertamina
Kapal Tanker Pertamina (maritime-connector)

Jakarta – Pertamina mempercayakan perusahaan galangan kapal nasional untuk mengadaan kapal yanng akan menunjang bisnis migasnya. Tiga perusahaan nasional yang ditunjuk yakni PT Anggrek Hitam Shipyard, PT Daya Radar Utama, dan PT Multi Ocean Shipyard.

"Ini untuk memberikan kesempatan galangan dalam negeri dan potensi lokal daerah untuk memiliki pengalaman membangun kapal tanker dengan ukuran terbesar di kelas galangan kapal yang ada di Indonesia," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegorodi Jakarta, Kamis (21/1).

Perusahaan galangan kapal PT Anggrek Hitam Shipyard di Batam, Kepulauan Riau membangun dua kapal untuk produk, yaitu MT Parigi dan MT Pattimura. PT Daya Radar Utama di Lamongan, Jawa Timur membangun kapal untuk minyak mentah, yaitu MT Panderman, MT Papandayan, dan MT Putri. Sedangkan PT Multi Ocean Shipyard di Karimun, Kepulauan Riau membangun kapal produk MT Pasaman, kapal untuk avtur MT Panjang, dan kapal untuk mengangkut minyak mentah MT Pangrango.

Saat ini Pertamina memiliki 65 unit kapal milik berbagai ukuran untuk mengangkut minyak mentah dan produk guna memenuhi kebutuhan energi nasional. Hingga 2017 terdapat 11 unit kapal yang siap dikirimkan galangan kapal.

ADVERTISEMENT

Eddy K Logam, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Produsen Kapal & Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia melalui Pertamina yang menggunakan jasa pembangunan kapal di dalam negeri. Hal ini dinilai akan mengerakkan dan menghidupkan industri maritim. Apalagi selama ini industri galangan kapal telantar dan langkah Pertamina itu menjadi momentum kebangkitan industri maritim.

"Galangan lokal mampu membangun tanker 17.500 DWT, sudah terbukti karena beberapa kapal pesanan Pertamina dibangun di galangan anggota Iperindo," ujarnya.
Menurut Eddy, daya saing lokal harus ditingkatkan karena itu Iperindo mendorong pemerintah menghapuskan bea masuk komponen kapal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

Hipmi Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Solar Subsidi

EKONOMI
Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus-Kampus di Indonesia

EKONOMI
Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

Krisis Solar, Pemkab Pandeglang Minta Tambahan Kuota ke Pertamina

BANTEN
Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

Pertamina Jamin Stok Solar Subsidi untuk Nelayan Kecil di Cilacap

JAWA TENGAH
Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Perkuat Rantai Pasok Nasional, UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp 10,6 Miliar di Inabuyer 2026

EKONOMI
Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon