ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenperin Jadikan Akademi Tekstil Solo Sebagai Rule Model Industri Lain

Jumat, 22 Januari 2016 | 18:56 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat memperhatikan penjelasan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mujiyono mengenai pemilihan mesin obras yang digunakan untuk mahasiswa di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta di Surakarta, Jawa Tengah (22/01)
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat memperhatikan penjelasan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mujiyono mengenai pemilihan mesin obras yang digunakan untuk mahasiswa di Akademi Komunitas Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta di Surakarta, Jawa Tengah (22/01) (Kemenperin/Kemenperin)

Wonogiri - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menjadikan Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Surakarta sebagai panutan (role model) bagi pengembangan akademi-akademi sejenis di industri strategis lainnya. Keberadaan akademi dengan spesialisasi teknologi industri tertentu, diharapkan dapat menyediakan sumber daya manusia ( SDM) yang kompeten di bidangnya sekaligus meningkatkan daya saing industri tersebut.

"Kami memiliki program agar setiap kawasan industri khusus akan memiliki akademi seperti ini. Dan Akademi Komunitas Industri TPT Surakarta akan menjadi role model sekolah berbasis kompetensi di kawasan-kawasan industri khusus di Indonesia," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin pada acara Peresmian Akademi Komunitas Industri TPT Surakarta di Wonogiri, Jumat (22/1).

Menperin menambahkan, pihaknya akan mengajukan Morowali, Sulawesi Tengah sebagai daerah berikutnya yang akan memiliki akademi komunitas industri. Di tempat tersebut, akan dibuat akademi komunitas industri logam, sesuai dengan karakter kawasan industri di daerah tersebut.

"Selain Morowali, kita juga akan buat di Bantaeng," ujar Menperin.

ADVERTISEMENT

Menperin mengungkapkan, terbatasnya keberadaan perguruan tinggi vokasi yang menyelenggarakan pendidikan spesialisasi teknogi industri, mendorong Kementerian Perindustrian mendirikan akademi komunitas industri. "Harapannya, pendirian akademi ini dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing industri melalui penyediaan tenaga kerja yang kompeten," ungkap Menperin.

Menperin menjelaskan, pendidikan pada Akademi Komunitas Industri TPT Surakarta telah dimulai pada Oktober 2015 dengan jumlah mahasiswa sebanyak 123 orang. Sebanyak 60% mahasiswa berasal dari masyarakat umum dan sisanya 40% merupakan pegawai pabrik yang butuh peningkatan kompetensi.

"Akademi Komunitas Industri TPT Surakarta menggunakan sistem pendidikan Diploma II dengan program studi berupa teknik pembuatan benang (pintal), teknik pembuatan kain tenun, dan teknik pembuatan garmen," ujar Menperin.

Akademi ini, lanjut Menperin, merupakan program beasiswa dengan ikatan kerja pada perusahaan industri. Seluruh mahasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan, dan setelah lulus akan langsung ditempatkan bekerja pada perusahaan tekstil di Solo dan sekitarnya.

"Pendirian akademi ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian PAN dan RB. Dengan demikian, akademi yang berlokasi di Gedung Solo Techno park ini, telah resmi sebagai perguruan tinggi vokasi industri di bawah Kementerian Perindustrian, " pungkas Menperin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon