ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kalimantan Dominasi Investasi Luar Jawa 2015

Sabtu, 23 Januari 2016 | 13:36 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Franky Sibarani
Franky Sibarani (Istimewa)

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat empat provinsi di Kalimantan masuk 10 besar lokasi investasi asing sepanjang 2015.

Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan pemerintah akan terus memprioritaskan investasi-investasi di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia.

"Empat provinsi di Kalimantan masuk 10 besar lokasi investasi. Ini tentu positif untuk mendorong pertumbuhan pembangunan di luar Jawa," katanya.

Franky merinci, empat provinsi tersebut adalah Kalimantan Timur yang menduduki peringkat kelima dengan nilai investasi US$ 1,3 miliar, Kalimantan Barat yang menduduki peringkat keenam dengan nilai US$ 1,2 miliar, kemudian Kalimantan Selatan di peringkat kesembilan dengan nilai investasi US$ 961 juta, dan Kalimantan Tengah di peringkat ke-10 dengan nilai US$ 933 juta.

ADVERTISEMENT

"Selain provinsi di Kalimantan, dua provinsi lain yang masuk 10 besar adalah Sumatera Barat dan Sulawesi Tengah di peringkat ketujuh dan kedelapan," tambahnya.

Dari sisi sektor kontributor utama investasi yang masuk di empat provinsi di Kalimantan adalah sektor pertambangan, tanaman pangan dan perkebunan, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, dan perumahan, kawasan industri dan perkantoran.

Franky menambahkan, ke depan pemerintah-pemerintah provinsi di luar Pulau Jawa harus melakukan terobosan-terobosan untuk menggungguli provinsi-provinsi di Jawa yang sudah memiliki berbagai kelebihan.

"Ini sesuai dengan sambutan yang disampaikan oleh Presiden dalam acara di Wonogiri pada Jumat (22/1), setiap daerah bersaing, antarnegara bersaing," ujarnya.

Persaingan antardaerah untuk menarik minat investasi dinilai cukup positif untuk memacu bergeraknya perekonomian di masing-masing daerah.

"DKI Jakarta sudah melakukan pelayanan online untuk IMB dan SIUP-nya. Ini akan semakin mempermudah bagi investor baik asing maupun domestik untuk memulai melakukan aktivitas usahanya," jelasnya.

Proporsi investasi di luar Jawa tahun 2015 mencapai 45,6 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi tahun sebelumnya sebesar 43 persen.

Pada 2016 ini, BKPM menargetkan proporsi realisasi investasi luar Jawa mencapai 49 persen.

Menurut Franky, hal ini merupakan salah satu keberhasilan visi pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan atau orientasi pembangunan yang Indonesia sentris.

"Kenaikan proporsi realisasi investasi di luar Jawa merupakan salah satu indikator pemerataan yang mulai terjadi. Ini akan terus didorong sehingga proporsi investasi di luar Pulau Jawa akan terus meningkat," ujarnya.

Realisasi investasi sepanjang 2015 mencapai Rp 545,4 triliun, naik 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 179,5 triliun atau naik 15 persen dari capaian tahun sebelumnya dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang juga meningkat 19,2 persen sebesar Rp 365,9 triliun.

Capaian tersebut melampaui target realisasi investasi 2015 yang dipatok Rp 519,5 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih dan Penguatan Listrik

Prabowo Dorong ASEAN Percepat Energi Bersih dan Penguatan Listrik

EKONOMI
Waspada Banjir Rob Berpotensi Terjang Pesisir Jawa-Kalimantan Hari Ini

Waspada Banjir Rob Berpotensi Terjang Pesisir Jawa-Kalimantan Hari Ini

NASIONAL
Karhutla Turun Drastis, Pemerintah Ungkap Strategi di 6 Provinsi

Karhutla Turun Drastis, Pemerintah Ungkap Strategi di 6 Provinsi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon