BKPM Dorong Jepang Investasi di Industri Bahan Baku dan Barang Modal
Minggu, 31 Januari 2016 | 09:15 WIB
Jakarta — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong investor Jepang untuk berinvestasi di sektor industri bahan baku dan barang modal. Langkah tersebut diambil karena potensi outward investment Jepang untuk sektor bahan baku dan barang modal cukup besar. Selain itu, berkembangnya investasi sektor tersebut memiliki dampak positif ganda dalam hal menekan angka impor serta meningkatkan kapasitas industrialisasi perusahaan domestik.
Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan, merujuk pada data FDI Markets 2015, proporsi sektor bahan baku dan barang modal terhadap outward investment Jepang secara global cukup besar. Dia mencontohkan propor si sektor baja yang mencapai US$ 2,2 miliar atau 5% dari keseluruhan outward investment Jepang. Demikian pula dengan sektor kimia yang juga mencapai 3% atau sebesar US$ 1,81 miliar.
"Data tersebut memberikan gambaran bahwa potensi investasi Jepang di kedua sektor tersebut masih cukup besar. Pemasaran investasi BKPM di Jepang akan mendorong masuknya investasi Jepang untuk industri bahan baku dan industri barang modal. Selain tentu saja sektor utama mereka di bidang otomotif dan industri komponennya," jelas Franky dalam keterangan resmi, pekan ini.
Franky, yang baru saja kembali dari kegiatan pemasaran investasi di Jepang, menilai perkembangan industri bahan baku dan barang modal cukup menggembirakan. Hal ini ditandai dengan realisasi investasi selama 2015 yang mencapai Rp 57,9 triliun, naik 24,8 % dari periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi investasi Jepang dari sektor tersebut juga menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.
Dari data BKPM, Je pang mencatat realisasi investasi di sektor substitusi impor mencapai Rp 2,5 triliun pada tahun 2015 atau naik 33% dari tahun sebelumnya mencapai Rp 1,8 triliun. "Bidang usaha yang mendominasi capaian realisasi investasi Jepang tersebut adalah industri logam dasar besi dan baja terdiri atas 39 proyek dan nilai investasi mencapai Rp 1,74 triliun dan menyerap 3.474 tenaga kerja," urai dia
Sementara dari sisi komitmen investasi, investasi barang modal dan bahan baku tercatat mencapai angka Rp 171 triliun atau naik 53% dari periode yang sama tahun semula.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




