ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Industri Mamin Lampaui Laju Manufaktur

Selasa, 31 Mei 2016 | 20:06 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
Staf Ahli Bidang Penguatan Struktur Industri Ngakan Timur Antara mewakili Menteri Perindustrian didampingi (dari kiri) Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Enny Ratnaningtyas serta Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kemenperin Abdul Rochim membuka Pameran Produk Industri Makanan dan Minuman dengan memukul gong di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/5).
Staf Ahli Bidang Penguatan Struktur Industri Ngakan Timur Antara mewakili Menteri Perindustrian didampingi (dari kiri) Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Enny Ratnaningtyas serta Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kemenperin Abdul Rochim membuka Pameran Produk Industri Makanan dan Minuman dengan memukul gong di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/5). (Istimewa )

Jakarta - Kinerja industri makanan dan minuman (mamin) olahan dalam negeri masih menunjukkan hasil positif, sehingga mampu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Kuartal I-2016, industri mamin tumbuh pesat, yakni sebesar 7,55% atau lebih besar dari periode sama tahun lalu 7,54%, sekaligus melampaui pertumbuhan manufaktur sebesar 4,46%. 

Hal itu dikatakan Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri Ngakan Timur Antara yang mewakili Menteri Perindustrian pada pembukaan Pameran Industri Makanan dan Minuman di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/5). "Industri mamin merupakan sektor yang sangat strategis dan berkontribusi terhadap industri pengolahan nonmigas sebesar 31,51%, di mana industri pengolahan nonmigas berkontribusi sebesar 18,41% terhadap PDB nasional," ujar dia.

Tahun lalu, ekspor produk mamin mencapai US$ 5,6 miliar, sedangkan kuartal I-2016 mencapai USD 2,37 miliar. "Pertumbuhan industri mamin juga dapat dilihat dari nilai investasi, di mana perkembangan realisasi investasi kuartal I-2016 mencapai Rp 8,9 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar US$ 468,86 juta," ujar dia.

Guna meningkatkan pertumbuhan industri mamin nasional, selain berperan aktif dalam penciptaan iklim investasi yang kondusif, Kemenperin terus memfasilitasi promosi produk industri mamin baik di dalam maupun luar negeri. "Kegiatan promosi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, di antaranya Pameran Industri Makanan dan Minuman serta Bazaar Lebaran yang dilaksanakan di Plasa Pameran Industri, Gedung Kementerian Perindustrian," kata dia.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon