ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Permintaan Beras Menurun Seiring Peningkatan Pendapatan

Rabu, 1 Juni 2016 | 07:04 WIB
H
B
Penulis: Heriyanto | Editor: B1
Petani mengumpulkan bibit padi di area persawahan.
Petani mengumpulkan bibit padi di area persawahan. (Antara/Adwit B Pramono)

Jakarta – Permintaan dan konsumsi beras secara umum dari konsumen berpendapatan tinggi semakin menurun seiring dengan peningkatan pendapatan seseorang. Namun, permintaan beras berkualitas tinggi juga meningkat, sekalipun dengan harga yang mahal.

Demikian disampaikan pakar agribisnis Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB Harianto dalam diskusi Perilaku Konsumen Beras: Implikasi terhadap Kebijakan Beras Nasional di Jakarta, Selasa (31/5). Diskusi diselenggarakan Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) dan House of Rice ini sekaligus mempublikasikan penelitian Perhepi terkait perilaku konsumsi beras di 13 kota se-Indonesia.

Diskusi yang dimoderatori Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian Handewi P Saliem tersebut juga menghadirkan Kepala Departemen Ilmu Konsumen dan Keluarga, Institut Pertanian Bogor (IPB) Ujang Sumarwan, Deputi Kantor Staf Presiden RI Denni Puspa Purbasari, dan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi.

Harianto menjelaskan semakin makmur sebuah rumah tangga maka kualitas beras yang dibeli semakin tinggi. Sebaliknya, rumah tangga di pedesaan cenderung membayar harga lebih tinggi dari harga rataan beras. Demikian juga rumah tangga petani cenderung membeli bahan pangan dengan kualitas yang lebih rendah.

ADVERTISEMENT

"Konsumen pendapatan rendah cenderung menghadapi pangan yang berasal dari supply chain yang kurang efisien dibanding konsumen pendapatan tinggi. Untuk itu, peningkatan efisiensi sistem pangan akan memberikan dampak yang lebih besar kepada konsumen berpendapatan rendah," kata staf khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi, Kabinet Indonesia Bersatu II ini.

Sementara itu, penelitian dari Perhepi menjelaskan bahwa konsumsi beras saat ini sangat tergantung pada jenis dan daerahnya. Setiap kota dan konsumen sudah memiliki karakteristik beras tersendiri. Untuk itu, kata Bayu Krisnamurthi, upaya pemerintah dalam menekan harga beras tidak bisa lagi disamaratakan secara nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon