Pembelian Saham BHP Billiton Bukan Melalui Skema Divestasi
Jumat, 10 Juni 2016 | 17:36 WIB
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengungkapkan pembelian saham kepemilikan BHP Billiton di IndoMet Coal bukan melalui skema divestasi. Saham tersebut dimiliki melalui transaksi jual beli atas kesepakatan kedua belah pihak.
Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan skema divestasi memang berlaku untuk perusahaan tambang asing. Namun divestasi berdasarkan ketentuan berlaku setelah produksi lebih dari lima tahun. Sedangkan BHP kurang dari lima tahun berproduksi.
"Ini bukan divestasi. Seperti orang jual beli biasa. Mereka mau jual, kami sepakat beli. Bukan skema divestasi seperti Freeport," kata Garibaldi di Jakarta, Jumat (10/6).
Garibaldi menuturkan karyawan IndoMet tidak perlu khawatir dengan penguasaan Adaro 100 persen di IndoMet. Dia mengakui adanya proses evaluasi kinerja pegawai. Namun dia menegaskan pegawai yang berkompeten tetap dipertahankan. "Seperti umumnya perusahaan, belum tentu rasionalisasi. Kami lihat yang sesuai, cocok, bagus tentunya dipertahankan," jelasnya.
Dalam infomasi keterbukaan publik dinyatakan BHP Billiton menjual 75 persen saham tersebut kepada PT Alam Tri Abadi yang merupakan anak usaha Adaro. Nilai transaksi ditaksir mencapai US$ 120 juta.
BHP memegang konsesi pertambangan batu bara melalui IndoMet Coal. Terdapat 7 konsesi dibawah lisensi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). 7 konsesi itu berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. BHP menguasai 75 persen saham di IndoMet. Sedangkan 25 sisanya dipegang oleh Adaro.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




