Bakrie Kaji Beli Saham Garuda
Kamis, 15 Maret 2012 | 15:35 WIB
Kewajiban menawarkan saham Garuda kepada penguasaha nasional sudah selesai, setelah sebelumnya menawarkan melalui pesan singkat (sms) serta melalui media.
Bakrie Group siap mempelajari pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk yang ada di tiga perusahaan sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kesiapan ini beberapa hari setelah setelah tiga pengusaha nasional Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, dan Sandiaga Uno menyatakan akan mengkaji penawaran saham BUMN penerbangan tersebut.
"Bakrie akhirnya menjawab pesan pendek saya. Mereka bilang akan mempelajarinya, yang balas pesan saya Nirwan Bakrie," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berbincang dengan wartawan dikantornya, Jakarta, hari ini.
Dahlan menuturkan, kewajiban menawarkan saham Garuda kepada penguasaha nasional sudah selesai, setelah sebelumnya menawarkan melalui pesan singkat (sms) serta melalui media.
Selanjutnya, transaksi pelepasan saham berkode GGIA tersebut diserahkan kepada tiga sekuritas yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas "Dari balasan sms yang saya kirim, ada yang berminat ada juga yang tidak. Sekarang saya serahkan seluruhnya ke tiga sekuritas tersebut," ungkap dia.
Dia menegaskan, tidak akan mengintervensi keputusan yang diambil perusahaan sekuritas tersebut. Apakah saham akan dilepas dengan cara dilelang, tender, atau negosiasi.
Yang jelas menurut Dahlan, tiga sekuritas tersebut tetap menjaga kesepakatan yakni pelepasan saham harus dilakukan bersamaan dengan harga sedikit diatas harga pasar (premium). "Proses penjualan saham Garuda ini diharapkan sudah rampung pada akhir Maret ini," kata dia.
Sebelumnya, ketiga sekuritas penjamin emisi Garuda yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas harus menyerap saham IPO Garuda yang tidak laku terjual sebanyak 10,6 persen atau setara 2,46 miliar saham. Hal ini mengakibatkan kinerja ketiga BUMN sekuritas ini menjadi tergerus.
Bakrie Group siap mempelajari pembelian saham PT Garuda Indonesia Tbk yang ada di tiga perusahaan sekuritas Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Kesiapan ini beberapa hari setelah setelah tiga pengusaha nasional Chairul Tanjung, Rachmat Gobel, dan Sandiaga Uno menyatakan akan mengkaji penawaran saham BUMN penerbangan tersebut.
"Bakrie akhirnya menjawab pesan pendek saya. Mereka bilang akan mempelajarinya, yang balas pesan saya Nirwan Bakrie," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berbincang dengan wartawan dikantornya, Jakarta, hari ini.
Dahlan menuturkan, kewajiban menawarkan saham Garuda kepada penguasaha nasional sudah selesai, setelah sebelumnya menawarkan melalui pesan singkat (sms) serta melalui media.
Selanjutnya, transaksi pelepasan saham berkode GGIA tersebut diserahkan kepada tiga sekuritas yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas "Dari balasan sms yang saya kirim, ada yang berminat ada juga yang tidak. Sekarang saya serahkan seluruhnya ke tiga sekuritas tersebut," ungkap dia.
Dia menegaskan, tidak akan mengintervensi keputusan yang diambil perusahaan sekuritas tersebut. Apakah saham akan dilepas dengan cara dilelang, tender, atau negosiasi.
Yang jelas menurut Dahlan, tiga sekuritas tersebut tetap menjaga kesepakatan yakni pelepasan saham harus dilakukan bersamaan dengan harga sedikit diatas harga pasar (premium). "Proses penjualan saham Garuda ini diharapkan sudah rampung pada akhir Maret ini," kata dia.
Sebelumnya, ketiga sekuritas penjamin emisi Garuda yakni PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas harus menyerap saham IPO Garuda yang tidak laku terjual sebanyak 10,6 persen atau setara 2,46 miliar saham. Hal ini mengakibatkan kinerja ketiga BUMN sekuritas ini menjadi tergerus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




