ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Boediono Sebut Adrianus Mooy Sosok Cerdas, Teliti, dan Cermat

Jumat, 1 Juli 2016 | 22:23 WIB
LO
FH
Penulis: Lona Olavia | Editor: FER
Penulis Buku Otobiografi judul Telling HIS Story Prof. Adrianus Mooy, M.Sc, Ph.D (ketujuh kanan) bersama (kiri-kanan) Sonny Paago, Hasudungan Tampubolon, Jonathan L. Parapak, Subarjo Joyosumarto, Mochtar Riady, Muliaman D Hadab, J.B Sumarlin, Arifin Siregar, Boediono, Emil Salim, Siva Thampi, Elizabeth Madeline Mooy-Fink, C. Harinowo, Hartadi Sarwono berfoto bersama usai peluncuran buku di Jakarta, Jumat, 1 Juli 2016.
Penulis Buku Otobiografi judul Telling HIS Story Prof. Adrianus Mooy, M.Sc, Ph.D (ketujuh kanan) bersama (kiri-kanan) Sonny Paago, Hasudungan Tampubolon, Jonathan L. Parapak, Subarjo Joyosumarto, Mochtar Riady, Muliaman D Hadab, J.B Sumarlin, Arifin Siregar, Boediono, Emil Salim, Siva Thampi, Elizabeth Madeline Mooy-Fink, C. Harinowo, Hartadi Sarwono berfoto bersama usai peluncuran buku di Jakarta, Jumat, 1 Juli 2016. (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta - Pernah bekerjasama di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), mantan Wakil Presiden, Boediono, menilai, sosok Adrianus Mooy adalah seorang yang cerdas, teliti dan cermat. Sudah mengenal dari bangku kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 1972, Boediono memiliki kesempatan lebih dekat saat di Bappenas.

"Beliau terkenal sebagai orang yang cerdas, tapi saat itu belum punya kesempatan untuk dekat dan baru tahun kedua saya punya kesempatan mengenal lebih dekat Pak Mooy. Beliau datang ke kampus dengan misi dari Bappenas untuk mensosialisasikan rancangan Pelita II karena saya salah satu tim yang dimintakan komentar. Waktu itu berjalan dengan baik dan baru 10 tahun kemudian saya bisa lebih dekat dengan beliau saat saya direkrut ke Bappenas tahun 1983," ucapnya dalam Peluncuran Buku Otobiografi Prof Adrianus Mooy Msc Phd Telling HIS Story di Jakarta, Jumat (1/7).

Di Bappenas, Boediono mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga. Apalagi, Bappenas terkenal sebagai dapurnya kebijakan ekonomi Indonesia, tempatnya para tokoh pemikir ekonomi dan ekonom first class.

Dibawah Adrianus Mooi selama lima tahun, Boediono yang kala itu menjabat sebagai Kepala Biro Analisa Keuangan dan Statistik memiliki tugas untuk membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya terutama dalam hal anggaran pembangunan dan juga Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang notabene banyak memuat angka-angka.

ADVERTISEMENT

"Saat membuat itu saya melihat Pak Mooy luar biasa, sangat teliti dan cermat. Saya juga menilai Pak Moy sosok yang bersemangat, kami sudah loyo beliau masih bisa tetap segar dan senyum. Hal itu membuat kami bisa semangat lagi dalam bekerja. Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas pelajaran yang anda berikan kepada saya," ungkap dia.

Dalam peluncuran buku Otobiografi Adrianus Mooy, banyak tokoh yang hadir. Antara lain, Mantan Wakil Presiden ke-11 Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Arifin M Siregar dan Syahril Sabirin, mantan Deputi Gubernur BI Subarjo Joyosumarto, Gubernur BI Agus DW Martowardoyo, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara.

Selain itu, hadir pula Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Menteri Perindustrian Saleh Husein, mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya, Chairman Lippo Group Mochtar Riady, dan Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) Jonathan L Parapak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon