ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jonan-Archandra Paparkan Program Prioritas Kementerian ESDM

Rabu, 26 Oktober 2016 | 18:10 WIB
RP
FH
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FER
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta - ‎Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan sejumlah program prioritas yang ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan. Penyelesaian itu merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Jonan menuturkan, salah satu program yang sudah dituntaskan yakni masa transasi pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. 25 Oktober kemarin PT Pertamina Hulu Mahakam dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menandatangani amandemen Kontrak Bagi Hasil.

"Menyelesaikan Blok Mahakam, Masela, East Natuna, ini prioritas sesuai arahan Presiden," kata Jonan di Jakarta, Rabu (26/10).

Prioritas berikutnya, lanjut Jonan, penyelesaian revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2010 mengenai biaya investasi migas yang dapat dikembalikan (cost recovery). Kemudian pemberlakuan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang sama di seluruh wilayah Indonesia. "BBM satu harga, Januari (2017) harus jalan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Masih di sektor migas, kata Jonan, program yang dikejar sampai akhir tahun terkait pengelolaan harga gas agar bisa kompetitif. Penurunan harga gas masih terus dalam proses pembahasan.

"Supaya (gas) sampai di tangan konsumen bisa kompetitif dibanding negara se-ASEAN terutama untuk negara yang enggak punya gas," ujarnya.

Selain itu, Jonan bilang, kilang minyak pun harus ditingkatkan jumlahnya. Pasalnya kilang yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan minyak dalam negeri. Dia mengungkapkan, kapasitas kilang saat ini sekitar 1,1 juta barel per hari (bph). Tapi yang efektif hanya sekitar 800.000 bph. Sedangkan kebutuhan mencapai 1,6 juta bph.

"Kami mendukung supaya jumlahnya (kilang) makin besar. Kalau Pertamina belum cukup swasta juga boleh," jelasnya.

Untuk di sektor mineral dan batubara, Dwi tunggal ESDM itu berkomitmen menyelesaikan masalah hilirisasi minerba. Begitu pula dengan percepatan program 35.000 megawatt (MW).





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Komisi XII DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

Komisi XII DPR Pastikan Pasokan BBM Nasional Aman

EKONOMI
Ketergantungan Impor LPG RI Tembus 83,97 Persen pada 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Tembus 83,97 Persen pada 2026

EKONOMI
5 Strategi ESDM Jaga Pasokan Minyak dan Gas di Tengah Gejolak Global

5 Strategi ESDM Jaga Pasokan Minyak dan Gas di Tengah Gejolak Global

EKONOMI
Evaluasi Infrastruktur Penting untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

Evaluasi Infrastruktur Penting untuk Ekosistem Kendaraan Listrik

OTOTEKNO
Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Stok Energi Tetap Aman

Pemerintah Kaji WFH untuk Hemat BBM, Stok Energi Tetap Aman

EKONOMI
Harga Minyak Bergejolak, Bahlil Pastikan APBN Kuat Jaga BBM

Harga Minyak Bergejolak, Bahlil Pastikan APBN Kuat Jaga BBM

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon