Andalan Finance Dapat Installment Loan Rp 300 Miliar dari BCA
Senin, 31 Oktober 2016 | 21:31 WIB
Jakarta – PT Andalan Finance Indonesia (AFI) melanjutkan kerjasama fasilitas kredit Installment Loan dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk yang keenam kalinya. Kali ini, AFI menandatangani perjanjian kredit fasilitas Installment Loan VI senilai Rp 300 miliar dari BCA.
Presiden Direktur AFI Sebastianus H Budi mengatakan, kerjasama antara AFI dan BCA hingga keenam kali ini merupakan bukti kepercayaan sektor perbankan terhadap konsistensi kinerja AFI. Dengan adanya penambahan fasilitas kredit ini, maka total fasilitas kredit yang telah diterima AFI dari BCA sebesar Rp 1,425 triliun.
"Kami optimistis dapat membukukan kinerja bagus seiring dengan semakin kuatnya dukungan dari pemangku kepentingan. Di penghujung tahun ini, kami tengah mempersiapkan pendanaan untuk kebutuhan pembiayaan di tahun 2017 nanti," kata Sebastianus dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Senin (31/10).
Menurut Sebastianus, sejauh ini AFI masih berada dalam koridor yang tepat untuk mengejar proyeksi kenaikan laba bersih sebesar 78% hingga akhir 2016. AFI juga berkomitmen untuk terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk memperoleh struktur pendanaan yang optimal dengan biaya dana yang kompetitif. Dalam waktu dekat, AFI juga akan kembali mendapatkan tambahan dana dari beberapa bank nasional.
Dia mengungkapkan, hingga kuartal III 2016, AFI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 2,6 triliun atau meningkat sebesar 13% dari periode yang sama pada tahun lalu. Penyaluran pembiayaan tersebut telah mencapai 82% dari target pembiayaan hingga akhir tahun 2016.
"Kami optimis target pembiayaan tahun ini dapat tercapai seiring penurunan suku bunga acuan 7 days Repo Rate dimana saat ini sebesar 4,7% serta semakin kuatnya dukungan dari pemangku kepentingan termasuk rekanan kreditur, rekanan dealer dan Nasmoco Group (Dealer Toyota di wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah)," jelas Sebastianus.
Lebih lanjut dia mengatakan, AFI menargetkan penyaluran pembiayaan hingga akhir tahun 2016 sebesar Rp 3,4 triliun. Target pembiayaan ini naik sebesar 20% dibandingkan dengan penyaluran pembiayaan di tahun sebelumnya.
Perusahaan saat ini masih berfokus pada pembiayaan kendaraan bekas (roda empat atau lebih). Ini ditunjukkan dengan komposisi pembiayaan kendaraan bekas sebesar 75% dan sisanya sebesar 25% merupakan pembiayaan kendaraan baru. Dari total penyaluran pembiayaan tersebut, 10% berupa kendaraan niaga (commercial) dan 90% lainnya berupa kendaraan penumpang (passenger).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




