Indonesia Negara Teroptimistis Ketiga di Dunia
Rabu, 2 November 2016 | 19:40 WIB
Jakarta – Indonesia masih menjadi negara paling optimistis ketiga di dunia setelah India (133) dan Filipina (132) dengan skor indeks 122, meningkat 3 poin persentase (pp) dari kuartal II-2016. Demikian menurut hasil Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions Q3 2016 yang dirilis Nielsen.
"Optimisme konsumen Indonesia yang terus meningkat menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih menjanjikan bagi para pelaku industri yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia," kata Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin di Jakarta, Rabu (2/11).
Agus menerangkan, Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilaksanakan pada 10 Agustus – 2 September 2016 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 63 negara. Meskipun metode survei online dapat menjangkau skala yang besar secara global, survei ini hanya memberikan perspektif dari kebiasaan pengguna internet, bukan populasi total.
Secara global, menurut Agus, tren Kepercayaan Konsumen sangat bervariasi. Lima dari top 10 negara dengan tingkat ekonomi tertinggi mencatat skor optimistis yaitu 100 atau lebih, yaitu Amerika Serikat (106), Tiongkok (106), Inggris (106), Jerman (100), dan India (133). Dari total 63 negara yang disurvei, skor tertinggi dan terendah berada di wilayah Asia Pasifik, yaitu di India (133) dan Korea Selatan (46).
Kesenjangan skor Kepercayaan Konsumen yang besar juga terlihat di wilayah Eropa (dari 107 ke 50), Amerika Latin (dari 104 ke 57) dan Afrika/Timur Tengah (dari 108 ke 70). Hanya wilayah Amerika Utara yang menunjukkan kesenjangan rendah, yaitu 106 di Amerika Serikat dan 97 di Kanada.
Di Asia Pasifik, terang Agus, peningkatan kepercayaan konsumen terjadi di 10 negara dari total 14 negara yang disurvei. Tingkat kepercayaan konsumen Indonesia merupakan yang tertinggi setelah India dan Filipina di level 122. Tingkat kepercayaan tersebut naik dari kuartal II-2016 yang sebanyak 119.
"Peningkatan ini didorong oleh dua indikator yaitu Kepercayaan Konsumen akan Kondisi Keuangan Pribadi dalam 12 bulan ke depan dengan skor 84 (meningkat 3 pp dibandingkan dengan kuartal sebelumnya), dan Keinginan Berbelanja dengan skor 60 persen, meningkat 6 poin dari 54 persen di kuartal sebelumnya," terang dia.
Di kuartal ketiga tahun ini, menurut Agus, konsumen online yang berpendapat bahwa negara sedang tidak dalam keadaan resesi ekonomi adalah sebesar 53 persen, terus meningkat sejak kuartal II-2016 (49 persen), kuartal I-2016 (42 persen), kuartal IV-2015 (31 persen) dan kuartal III-2015 (27 persen).
"Upaya pemerintah mengeluarkan paket deregulasi ekonomi disusul dengan kebijakan Tax Amnesty tampaknya direspon dengan positif, baik oleh konsumen maupun dunia industri," ungkap Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




